Produksi migas nasional 1,6 juta barel/hari, masih defisit

Produksi migas nasional 1,6 juta barel/hari, masih defisit

Dokumentasi - Foto udara Kilang PT Pertamina (persero) Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/10/2018). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww/pri.

Makassar (ANTARA) - Kepala Perwakilan SKKmigas Kalimantan-Sulawesi Syaifuddin mengatakan produksi minyak dan gas (migas) secara nasional rata-rata hanya 1,6 juta barrel per hari.

Hal itu dikemukakan Syaifuddin pada pembukaan "Edukasi dan Media Gathering" Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2019" di Makassar, Selasa.

"Kebutuhan konsumsi kita masih jauh di atas produksi, sehingga posisinya menjadi minus, karena supply and demand yang tidak berimbang," katanya.

Karena itu, kata dia, dilakukan eksplorasi migas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, baik publik maupun industri.

Hanya saja, lanjut dia, dalam operasional di lapangan membutuhkan masukan atau kritikan yang bertujuan memperbaiki kinerja industri di lapangan.

Sementara pada kegiatan edukasi dan temu media dihadirkan pembicara yang membahas tentang peran media dalam membangun opini publik yang positif dan peran media  online dalam mendukung kegiatan hulu migas,  di antaranya Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa Satria dan Pimred Media Indonesia Usman Kansong.

Hariqo mengulas seni mengelola media sosial yang juga memaparkan perkembangan internet dan media sosial dari era 1969 hingga saat ini. Sementara Usman lebih fokus membahas jurnalisme migas dengan mengetahui aspek hukum atau legalitasnya sebagai acuan dalam penulisan berita.

Sementara dari Dewan Pers Ahmad Jauhar memfokuskan pada pentingnya mengetahui rambu-rambu kode etik atau delik pers dalam peliputan dan penulisan berita.

"Ini penting diketahui dan dipahami dalam menjalankan tugas di lapangan sebagai jurnalis dan sebagai profesi," katanya.
Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa Satria (tengah) dan Pimred Media Indonesia Usman Kansong (kanan)
disela Edukasi dan Media Gathering Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2019 di Makassar, Selasa (8/10/2019). ANTARA Foto/ Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019