Jerman hibahkan Rp180 miliar untuk "pilot project" tangani abrasi Riau

Jerman hibahkan Rp180 miliar untuk

Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, Riau, salah satu pulau terluar yang mengalami abrasi parah, yang dapat mengancam perubahan batas negara.. Dokumentasi Kementerian Pariwisata.

Jakarta (ANTARA) - Jerman akan menghibahkan dana sebesar Rp180 miliar untuk membiayai proyek percontohan (pilot project) untuk penanganan abrasi di pesisir Provinsi Riau.

"Ada dana 'grant' (hibah) sekitar Rp180 miliar akan digunakan untuk 'pilot project' di satu kawasan untuk penyelamatan dengan berbagai jarak intervensi," kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil di Kemenko Maritim Jakarta, Jumat.

Menurut Sofyan, intervensi penanganan yang dilakukan nantinya akan mirip seperti yang dilakukan pemerintah dalam penanganan sampah Sungai Citarum. Pasalnya, penangangan sampah di sungai tersebut mencapai kemajuan pesat di mana dalam dua tahun sudah terlihat perubahan besar.

Baca juga: Indonesia-Jerman tandatangani kerja sama proyek senilai Rp599 miliar

Rapat koordinasi yang digelar Jumat ini membahas hasil studi yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan rekomendasi aksi.

"Kemudian tadi sudah diperintahkan Pak Menko (Luhut Pandjaitan) supaya dibikin organisasinya. Pada 1 November Pak Menko harap organisasi sudah selesai," katanya.

Sofyan menuturkan realisasi proyek percontohan penanganan abrasi di Riau itu sudah bisa dilakukan awal tahun 2020 mendatang.

Baca juga: Luhut: Abrasi Riau tak pengaruhi perbatasan wilayah dengan Malaysia

Ia menegaskan yang terpenting dalam upaya penanganan abrasi di Riau adalah respon cepat pemerintah untuk segera memulai upaya penyelamatan.

Sofyan menambahkan pihaknya memberi dukungan dengan memastikan tidak adanya permasalahan soal tanah nantinya saat proyek digarap.

"Yang paling penting adalah 'think big, start small, move fast', berpikir besar, mulai yang kecil, bergerak cepat," tuturnya.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sejak Juni lalu telah menggelar rapat koordinasi terkait masalah abrasi di Riau. Dalam rakor tersebut, pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama sejumlah universitas seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Universitas Gajah Mada (UGM) akan menggelar studi mendalam mengenai abrasi di pulau-pulau yang mengalami abrasi parah.

Empat pulau di Riau mengalami abrasi parah yakni di Pulau Bengkalis, Pulau Batu Mandi (Rokan Hilir), Pulau Rupat, Bengkalis dan Pulau Rangsang. Abrasi di keempat pulau terluar itu telah mengakibatkan hilangnya sebagian daratan sehingga mengancam perubahan batas negara.

Keempat pulau itu berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

 

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019