Wartawan mantan Direktur SDM LKBN ANTARA diangkat menjadi guru besar

Wartawan mantan Direktur SDM LKBN ANTARA diangkat menjadi guru besar

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Kemenristedikti Prof Dr Ali Ghufron Mukti menyerahkan surat keputusan pengangkatan menjadi profesor kepada dosen Universitas Moestopo yang juga pensiunan karyawan/wartawan dan juga mantan Direktur SDM LKBN ANTARA Dr Rajab Ritonga. (Dok pro)

Jakarta (ANTARA) - Pensiunan karyawan/wartawan yang juga mantan Direktur Sumber Daya Manusia Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Dr Rajab Ritonga diangkat menjadi guru besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Kemenristedikti Prof Dr Ali Ghufron Mukti menyerahkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang pengangkatan dalam jabatan akademik sebagai guru besar.

Surat Keputusan yang ditandatangani Menristekdikti Mohamad Nasir itu menyatakan Rajab menjadi guru besar ilmu komunikasi sejak 1 Agustus 2019. Penyerahan SK tersebut juga dilakukan bersama dua guru besar lainnya, Prof Dr Nurul Huda dari Universitas Yarsi dan Prof Dr Wiryanto Dewobroto dari Universitas Pelita Harapan.

"Terima kasih kepada Menristek Bapak Muhamad Nasir yang memberi amanah ini. Semoga saya dapat menjalankannya ," ujar Rajab yang juga Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Pusat,

Selain mengajar di Universitas Moestopo, Rajab Ritonga juga mengajar di Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, dan di Universitas Pertahanan Indonesia.

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, dalam sambutannya mengatakan hendaknya para profesor baru tidak merasa puas untuk berkarya setelah menjadi guru besar.

"Kalau sudah guru besar, justru harus lebih produktif. Jangan berhenti melakukan penelitian," kata Ghufron

Rajab Ritonga memulai kariernya sebagai jurnalis di LKBN ANTARA. Menyelesaikan magister dari SKSG UI, Rajab mengajar di Universitas Moestopo sambil terus berkarya sebagai wartawan ANTARA. Pemegang kartu kompetensi wartawan utama ini kini tercatat sebagai asesor jurnal ilmiah nasional untuk kategori jurnal ilmu sosial humaniora.

Wartawan kelahiran Sipirok, Sumatera Utara, 60 tahun lalu itu juga merupakan doktor pertama bidang ilmu komunikasi di Indonesia yang mendalami permasalahan kantor berita. Dia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Indonesia tahun 2007 saat menjabat Direktur SDM dan Umum Perum LKBN ANTARA.

Rajab Ritonga juga merupakan lulusan Lemhannas RI (PPSA-18) tahun 2012.

Semasa aktif menjadi wartawan lapangan, Rajab Ritonga antara lain ditempatkan pada pos-pos liputan olahraga, Hankam/ABRI, politik, dan istana kepresidenan pada masa Presiden Soeharto, BJ Habibie, dan Abdurrahman Wahid.

Rajab juga pernah menjadi Kepala LKBN ANTARA Biro Provinsi Riau di Pekanbaru.

Dengan pengangkatan sebagai guru besar ini, Rajab Ritonga memperkuat sumber daya wartawan Indonesia ke jenjang jabatan akademik tertinggi.

Saat ini tercatat tiga mantan wartawan bergelar profesor, yakni Prof Dr Burhan Magenda, Prof Dr.l Zulhasril Nasir. Keduanya merupakan dosen FISIP UI, dan Prof Dr Salim Said dari Universitas Pertahanan Indonesia.
Baca juga: Hasil survei lebih perlihatkan popularitas figur
Baca juga: Dr Rajab: komunikasi dapat meminimalkan perbedaan
Baca juga: Rajab Ritonga Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi
Pewarta : Indriani
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019