Jembatan runtuh di Taiwan menimpa kapal nelayan

Jembatan runtuh di Taiwan menimpa kapal nelayan

Ilustrasi kapal tanpa nama dan tidak berawak yang diduga berasal dari Taiwan ditemukan dalam kondisi hampir tenggelam di Samudra Hindia dan selanjutnya ditarik ke Cilacap oleh nelayan menggunakan Kapal Motor Sejati. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas Polres Cilacap)

Taipei (ANTARA) - Sebuah jembatan runtuh ke pelabuhan di timur laut Taiwan pada hari Selasa, menghancurkan beberapa kapal penangkap ikan sehingga beberapa awak kapal dikhawatirkan terperangkap, kata pihak berwenang.

Setidaknya sembilan orang tercebur ke dalam air dan tujuh diselamatkan, kata Kantor Berita Pusat Taiwan. Enam orang terluka parah, lapornya.

Baca juga: 13 tewas akibat kecelakaan pesawat di Taiwan

Penyelam mencari orang-orang yang dikhawatirkan terperangkap dalam beberapa perahu nelayan, kata dua pejabat pemerintah dari kota pelabuhan Suao kepada Reuters.

"Jembatan itu runtuh sekitar pukul 9.30 pagi ketika sebuah kendaraan tanker minyak berada di atasnya, membakar kendaraan itu," kata Shih I-chun, sekretaris walikota kota itu. "Kami khawatir beberapa nelayan mungkin terperangkap di kapal."

Pihak berwenang telah mendirikan pusat darurat dan militer mengatakan marinir dan angkatan laut membantu upaya penyelamatan.

Baca juga: Nelayan Jawa Tengah ditemukan tewas di Taiwan

"Menyelamatkan nyawa adalah prioritas," kata Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang dalam sebuah posting Facebook. "Saya akan meminta otoritas terkait untuk melakukan semua upaya penyelamatan."

Runtuhnya jembatan, yang menghubungkan lalu lintas di atas pelabuhan penangkap ikan yang sibuk, merusak tiga kapal penangkap ikan dan dua kendaraan, termasuk kapal tanker itu, kata para pejabat, meskipun alasan jatuhnya cuaca cerah tidak segera jelas.

Senin malam, topan Mitag, yang membawa angin maksimum 162 kilometer per jam, melanda Taiwan timur laut, melukai 12 orang dan memutus aliran listrik ke lebih dari 66.000 rumah, dengan lebih dari 150 penerbangan dibatalkan.

Baca juga: Sistem kendali kecepatan kereta Taiwan tak berfungsi sebelum kecelakaan

Sumber: Reuters
Pewarta : Maria D Andriana
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019