Gubernur Sulsel: Kerusuhan Wamena tidak ada diskriminasi suku

Gubernur Sulsel: Kerusuhan Wamena tidak ada diskriminasi suku

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah pada acara Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Makassar, Selasa,(1/10). ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengatakan bahwa kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua, tidak terkait masalah diskriminasi suku dan ras tertentu.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan kejadian kerusuhan dan pembakaran di Wamena tidak hanya dirasakan oleh orang Sulsel atau Medan namun juga oleh masyarakat Papua sendiri.

"Pembakaran Wamena tidak ada masalah diskriminasi ras dan suku karena berimbas pula kepada masyarakat Papua di sana," ujarnya pada acara Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Makassar, Selasa.

Baca juga: Kapolda Papua minta para pengungsi kembali ke Wamena

Ia menjelaskan, orang Papua merupakan saudara sehingga harus saling hormat menghormati demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu juga mengajak agar lebih fokus dan konsentrasi kepada masyarakat Sulsel yang ada di Papua.

Baca juga: Kisah perantau Jember menyelamatkan diri dari kerusuhan Wamena

"Saya ingatkan kembali kepada para pejabat agar selalu menjaga keutuhan NKRI," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantuan Rp1 miliar untuk korban kerusuhan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Baca juga: Kapolda Papua kunjungi pengungsi Wamena di Sentani

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Senin, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Jayawijaya Jhon R Banua.

"Mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, kami menyerahkan bantuan Rp1 miliar sebagai solidaritas sesama untuk saling membantu," katanya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019