Bank NTB syariah salurkan bantuan air bersih

Bank NTB syariah salurkan bantuan air bersih

Ratusan warga Dusun Penanggak Timur, Desa Penanggak, Kabupaten Lombok Barat, NTB, antri menunggu giliran pengisian air bersih dari mobil tangki yang dilakukan oleh petugas Dinas Sosial NTB bekerja sama dengan Bank NTB Syariah. ANTARA/HO-Bank NTB Syariah

Mataram (ANTARA) - PT Bank NTB Syariah menggelar aksi peduli dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Penanggak, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang masih mengalami kesulitan selama musim kemarau.

Sekretaris Perusahaan PT Bank NTB Syariah H Budi Febrianto, di Mataram, Senin mengatakan, pihaknya mendistribuskan bantuan air bersih kepada warga Dusun Penanggak Timur dua kali dalam seminggu.

"Pendistribusian bantuan air bersih sudah dilaksanakan sejak Selasa (24/9). Dalam Satu minggu, kami mendistribusikan empat mobil tangki air bersih untuk masyarakat di Penanggak Timur," katanya.

Ia mengatakan Dusun Penanggak Timur, merupakan dusun yang berada paling tinggi di antara beberapa dusun lainnya di dalam wilayah Desa Penanggak. Masyarakat di daerah yang mayoritas petani tersebut sudah merasakan kesulitan mendapatkan air bersih sejak lama.

Bahkan, warga merasakan kesulitan tidak hanya di saat musim kemarau tetapi saat musim hujan juga. Mereka hanya mengandalkan air tadah hujan.

"Untuk keperluan minum dan memasak, mandi serta kebutuhan lainnya, harus beli dan turun ke desa yang berada di bawah kaki pegunungan dengan membutuhkan waktu berjalan lebih dari lima jam," ujar Budi.

Baca juga: ACT NTB salurkan bantuan air bersih 21 truk tanki

Budi mengatakan, bantuan air bersih kepada warga Dusun Penanggak Timur sebagai salah satu kepedulian Bank NTB Syariah untuk membantu masyarakat. Terlebih lagi, kondisi masyarakat di daerah itu cukup memprihatinkan.

"Melalui program CSR Bank NTB Syariah, kami akan terus mendistribusikan air bersih kepada warga Penanggak Timur selama satu bulan penuh. Distribusi air bersih dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Setiap pendistribusian ada dua mobil tanki dengan melibatkan mobil tangki Dinas Sosial NTB," ucapnya pula.

Bank NTB Syariah tidak hanya mendistribusikan kebutuhan air bersih warga di Dusun Penanggak Timur saja, melainkan juga di sejumlah titik yang warganya mengalami kekeringan dan membutuhkan suplai bantuan air bersih. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi NTB Huailid, menyampaikan terima kasih dengan kepedulian dan perhatian Bank NTB Syariah yang ikut membantu pemerintah daerah untuk pendistribusian air bersih yang menjadi kebutuhan vital warga di saat musim kemarau.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bank NTB Syariah melalui program CSR-nya ikut membantu pemerintah daerah, khususnya dalam bantuan air bersih ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Penanggak Timur Timur, Sapani menyebut di wilayahnya terdapat 276 kepala keluarga (kk) yang terdiri dari 1.423 jiwa. Masa sulit untuk mendapatkan air bersih dialami sejak empat bulan lalu.

Baca juga: Musibah tahunan itu kembali melanda NTB

Selain membeli air bersih dari orang yang keliling menggunakan mobil, warga juga mengambil air di desa yang berada di bawah kaki gunung.

"Sebenarnya, kami di Dusun Penanggak Timur ini untuk mendapatkan air bersih itu sulit sejak puluhan tahun silam. Karena memang air tidak bisa naik melalui sumur bor ataupun lainnya. Makanya sehari-hari warga beli air dari orang yang keliling. Hanya saja kondisi parah ini terjadi empat bulan belakangan ini," tutur Sapani.

Sapani mengaku, kalau tahun -tahun sebelumnya, tidak pernah ada bantuan air bersih ke tempat mereka, meski musim kemarau parah melanda. Hal itu disebabkan akses jalan yang rusak, sehingga mobil tidak bisa naik sampai ke Dusun Penanggak Timur.

Jalan aspal dibangun setelah gempa bumi 2018 dan baru sekarang ada bantuan air bersih ke warga. Sebelumnya dari Polres Lombok Barat juga mendistribusikan air bersih.

"Alhamdulillah kami bersyukur adanya bantuan air bersih ini. Kami juga berharap pemerintah daerah, mencari solusi bagaimana caranya agar air bersih bisa kami nikmati. Karena puluhan tahun lamanya, di tempat kami ini tidak ada air bersih," ujar Sapani.

Baca juga: Mataram tambah program sambungan air bersih gratis
Pewarta : Awaludin
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019