Pemprov NTT tetap menutup Pulau Komodo

Pemprov  NTT tetap menutup Pulau Komodo

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Jelamu (kanan) (Antara / Benny Jahang)

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap menutup kawasan wisata Taman Nasional Komodo (TNK) pada 2020 kendati ada penolakan dari Kementerian Pariwisata.

Gubernur NTT  Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Jelamu kepada wartawan di Kupang, Selasa, mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata menolak penutupan kawasan wisata Taman Nasional Komodo (TNK) pada 2020 seperti yang digagas Pemprov NTT.

Marius mengatakan, hasil kajian yang dilakukan tim terpadu dari Kementerian Pariwisata  terhadap rencana penutupan Pulau Komodo tidak pernah didiskusikan dengan Pemprov NTT.

"Pemerintah Provinsi NTT tentu tegas menolak keputusan Kementerian Pariwisata. Pemerintah NTT ingin menyelamatkan Komodo dengan melakukan konservasi terhadap TNK sehingga habitat Komodo maupun kondisi alam Pulau Komodo semakin terjaga dengan baik seperti aslinya," kata Marius Jelamu yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan NTT, Wayan Darmawa dan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Valeri Guru.

Marius Jelamu mengatakan, NTT menghendaki Pulau Komodo menjadi pulau yang terkonsentrasi dengan ekosistem yang terjaga dengan baik sehingga kondisi alam Pulau Komodo seperti asli sehingga Komodo berkembang dengan pesat.

Baca juga: Curiga ada motif lain, Warga Desa Komodo tolak penutupan Pulau Komodo

"Kami tidak hanya melihat jangka pendek untuk kepentingan pariwisata tetapi untuk jangka panjang bagaimana menjaga habitat Komodo dan ekosistem dalam kawasan itu terjaga dengan baik," tegas Marius.

Ia mengatakan, NTT tidak melarang wisatawan berkunjung ke kawasan Pulau Komodo karena yang dilakukan pemerintah adalah melakukan konservasi.

"Masih banyak destinasi wisata di Pulau Komodo  yang bisa dikunjungi wisatawan. Wisatawan yang datang ke Manggarai Barat tidak hanya melihat komodo tetapi juga melihat obyek wisata lain yang keindahan alamnya sangat mempesona," tegas Marius Jelamu.

Marius menegaskan, gagasan penutupan kawasan Taman Nasional Komodo untuk kepentingan konservasi didukung oleh Presiden Jokowi.

Pemerintah Provinsi NTT demikian Marius Jelamu akan melakukan kordinasi dengan Kementerian Pariwisata  untuk meninjau kembali keputusan penolakan penutupan Taman Nasional Komodo.

"Kami segera melakukan kordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyamakan persepsi terhadap penutupan Pulau Komodo, karena penutupan dilakukan bagi kepentingan konservasi demi penyelamatan Komodo," tegas Marius Jelamu.

Marius Jelamu menampik adanya kepentingan kelompok bisnis tertentu di balik rencana penutupan Pulau Komodo untuk usaha bisnis di kawasan TNK.

"Kami tegaskan tidak ada kepentingan bisnis oleh pihak lain di balik rencana penutupan Pulau Komodo. Penutupan hanya untuk kepentingan konservasi," tegas Marius Jelamu.

Baca juga: Gubernur NTT: penutupan Pulau Komodo sebuah keberanian tindakan
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019