Kelompok sipil minta pemerintah selamatkan Pegunungan Meratus

Kelompok sipil minta pemerintah selamatkan Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus di Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel. ANTARA/M. Taupik Rahman

Jakarta (ANTARA) - Koalisi kelompol sipil meminta pemerintah melakukan aksi nyata pengekangan perubahan iklim dengan menyelamatkan alam di Pegunungan Meratus Provinsi Kalimantan Selatan.

"Kalsel menjadi strategis dalam isu perubahan iklim global karena kita memiliki Pegunungan Meratus yang kontribusinya sudah sangat jelas. Kalsel misalnya tak bisa menepiskan peran Meratus. Air dan udara yang bersih yang bersumber dari Pegunungan Meratus dinikmati warga Kalsel dan daerah lain,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel Kisworo dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Walhi, Gerakan Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), serta Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PW AMAN) Kalsel pada Senin bergabung, melakukan aksi akbar #SaveMeratus di Lapangan Dwi Warna, Barabai, Kalsel. Aksi yang terinspirasi dari aksi iklim remaja Swedia, Greta Thunberg itu, diisi orasi, teatrikal, dan pernyataan sikap.

Greta adalah aktivis remaja yang melakukan mogok sekolah dan berunjuk rasa di depan parlemen Swedia, menuntut pemerintah melakukan tindakan nyata untuk mengekang perubahan iklim.

Baca juga: Menpar ingin Pegunungan Meratus jadi geopark dunia, ini alasannya

Menurut Kiswono, aksi itu dilakukan karena banyak pihak tidak memahami peran penting Pegunungan Meratus.

Sekarang, di delapan kabupaten di Kalsel yang dilewati Pegunungan Meratus kondisinya sebagian besar telah rusak parah akibat banyaknya pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

Misalnya, kata dia, dari 3,7 juta hektare wilayah Kalsel, 50 persennya telah terdapat perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara.

Ketua PW AMAN Kalsel Yulius Tanang mengatakan Pegunungan Meratus juga tempat tinggal bagi suku adat Dayak Meratus dan bagian tidak terpisahkan dari kebudayaan mereka.

Selain memiliki peran strategis bagi masyarakat Dayak Meratus, katanya, kelestarian Pegunungan Meratus berdampak langsung pada kawasan pertanian, wilayah desa, dan kota di kaki Meratus.

"Kami berharap pemerintah mempertahankan Meratus melalui pengakuan masyarakat hukum adat dan wilayah adat melalui perda. Dengan pengakuan itu, kami bisa maksimal menjaga Pegunungan Meratus sehingga mampu membantu menghadapi perubahan iklim global," kata dia.

Baca juga: Ditemukan tupai terkecil di Pegunungan Meratus
Baca juga: Eksploitasi pegunungan Meratus ancam persediaan air bersih
Baca juga: ESDM Kalsel tetapkan 67 titik Geopark di Pegunungan Meratus

 
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019