Kapolda Jateng pantau penanganan Karhutla Gunung Sumbing

Kapolda Jateng pantau penanganan Karhutla Gunung Sumbing

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mendapat penjelasan dari seorang petugas Posko Banaran tentang penanganan kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Sumbing Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung.

Kapolda bertemu sejumlah relawan yang terlibat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  di lereng Gunung Sumbing di Posko Banaran, Kecamatan Tembarak, Temanggung, Senin.

Hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten Temanggung Hary Agung Prabowo, Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf A.Y. David Alam, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Gito Walngadi, dan Administratur KPH Kedu Utara Damanhuri.

Baca juga: 5,5 hektare lahan hutan lereng Gunung Sumbing terbakar

"Saya ingin bertemu kawan-kawan yang berjuang memadamkan api di Gunung Sumbing yang terbakar dalam dua hari terakhir," katanya.

Ia menuturkan ingin mengetahui kondisi para relawan yang berjuang memadamkan api tersebut. alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat.

"Saya juga ingin mendengar langsung masalah kesulitan, baik kesulitan yang berkaitan dengan masalah teknis, koordinasi, sekaligus peralatan-peralatan yang diperlukan maupun kesulitan lain saat melakukan tugas di atas lereng Sumbing ini," katanya.

Ia menuturkan pihaknya sudah mengidentifikasi kesulitan para relawan dan sudah dibagi tugas untuk memenuhi kebutuhan mereka supaya dibantu oleh kawan-kawan di tingkat kabupaten, yakni Kapolres, Dandim, bupati, kepala BPBD, dan lainnya supaya bisa menyelesaikan dalam waktu dua hari.

Ia menuturkan kebutuhan yang diperlukan para relawan, seperti sepatu lars, kemudian alat-alat untuk membuat sekatan bakar, membuka jalur yang memerlukan alat pemotong.

"Itu beberapa kesulitan yang segera akan kita penuhi supaya kawan-kawan yang bertugas didukung dengan peralatan yang cukup sehingga bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi," katanya.

Baca juga: Hutan di lereng Gunung Sumbing kembali terbakar

Menurut dia kesulitan yang dialami relawan susah mencapai titik api, kesulitan medan di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut dengan posisi api di bawah jurang.

"Medannya berjurang-jurang sehingga kesulitan mencapai titik api, komunikasi juga tidak lancar, dan memerlukan tambahan peralatan," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Gito Walngadi menyampaikan sementara ini tim belum bisa mencapai titik api karena lokasi terjal dan dalam.

"Pada pukul 15.00 WIB ini tim kami tarik karena cuaca tidak menguntungkan," katanya.

Ia menyebutkan luasan kawasan hutan yang terbakar di petak 27-7 sekitar 2,5 hektare, kemudian petak 23-3 sekitar 3 hektare. Kalau api belum padam Selasa pagi tim akan diterjunkan lagi.

"Kalau Senin pagi tinggal 1 titik api dari sebelumnya 3 titik api, pada Senin siang terpantau ada dua titik api di petak 23-3. Semoga karena tidak ada angin mudah-mudahan api mengecil. Tadi pagi memang tinggal 1 titik, tetapi kemudian muncul lagi. Tim melakukan penyekatan agar api tidak naik dan melebar," katanya. 

Baca juga: Kebakaran hutan melanda lereng Gunung Sumbing
Baca juga: BNPB: Tim gabungan masih sisir kebakaran Gunung Sumbing
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019