Pemkab Gresik dan SKK Migas teliti semburan lumpur Kebomas

Pemkab Gresik dan SKK Migas teliti semburan lumpur Kebomas

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (tengah) saat mengecek lokasi semburan lumpur di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jatim (Ist)

Gresik, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) bersama Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi meneliti semburan lumpur di Desa Sekarkurung Kebomas dengan mengambil sampel/contoh air di lokasi tersebut, untuk mengetahui potensi semburan.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto di Gresik, Senin mengaku telah memerintahkan langsung kepada pihak BLH Gresik untuk mengambil tiga sampel air semburan dari tiga sudut berbeda masing-masing 10 liter.

Ia mengatakan air itu diperiksakan ke Laboratorium milik Pertamina Hulu Energi (PHE), Laboraturium milik SKK Migas dan Laboraturium milik BLH Gresik.

"Saya juga telah memerintahkan kepada BLH Gresik untuk selalu berkoordinasi dengan PHE dan SKK Migas," kata Sambari kepada wartawan.

Dari hasil koordinasi, kata dia, pihak berwenang telah membongkar lokasi semburan yang selama ini tertutup, dan menggali semacam penampungan dan melokalisir semburan dengan membuat tanggul yang terbuat dari karung pasir memutari area semburan.

Sambari mengatakan, semburan lumpur tersebut terjadi sejak lima hari lalu, dan lokasinya berada di area tempat usaha persewaan alat berat yang tertutup pagar seng.

Baca juga: Semburan lumpur di halaman sekolah hebohkan warga Kapuas Hulu

"Syukur Alhamdulillah, hingga kini semburan ini tidak berdampak, kami berharap semburan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat," kata Sambari.

Sementara itu, Perwakilan dari SKK Migas, Nurwahidi telah memastikan bahwa keadaan semburan sampai saat ini masih aman.

Semburan, kata dia, hanya mengandung 0,03 persen gas, dan tidak terlalu tinggi yaitu hanya sekitar 40 cm.

Nurwahidi mengatakan, semburan itu belum bisa dikatakan berbahaya, karena baunya tidak terlalu meluas, dan hanya tercium pada radius beberapa meter saja.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat agar selalu melakukan monitoring terhadap beberapa sumur minyak tua yang ada di Gresik," katanya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pemkab Gresik menyiapkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk mengamankan dan berjaga-jaga di depan lokasi semburan, serta telah memasang blower yang tujannya agar gas yang keluar tidak terkonsentrasi di satu titik.

Baca juga: Akhirnya semburan lumpur di Kaliberau-Musi Banyuasin berhasil ditutup
Baca juga: Bupati Muba minta tolong SKK Migas soal semburan lumpur di kebun warga


 
 
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019