NTT siapkan Festival Mulut Seribu

NTT siapkan Festival Mulut Seribu

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Wayan Darmawa. ANTARA/Aloysius Lewokeda/am.

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  menyiapkan kegiatan pariwisata berupa Festival Mulut Seribu di Kawasan Perairan Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao.

“Festival Mulut Seribu ini rencananya digelar untuk pertama kali pada Oktober mendatang,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT  Wayan Darmawa kepada Antara di Kupang, Kamis.

Dia mengatakan, festival tersebut akan digelar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan didukung penuh Pemprov NTT.

Sebelumnya, Wayan menjelaskan, pemerintah provinsi terus membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menggelar berbagai kegiatan festival yang bertujuan mengangkat potensi pariwisata di daerah-daerah.

Ia mencontohkan  sejumlah festival yang digelar belum lama ini di antaranya Festival Inerie di Kabupaten Ngada, Festival Etu di Kabupaten Nagekeo, Festival Caci di Kabupaten Manggarai festival Florata di Kabupaten Manggarai Barat.

Selain itu, Festival Tenun Ikat yang digabungkan dengan Parade Kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Timur, Festival Memanggil Ikan Dugong di Kabupaten Alor, Pulau Alor, dan Festival Kelabba Madja di Kabupaten Sabu Raijua.

Baca juga: Festival Hindu tampilkan ragam kesenian Nusantara

Menurut dia, pelaksanaan sejumlah festival ini merupakan modal penting dalam pemasaran destinasi wisata NTT sebagai provinsi dengan destinasi kelas dunia terbanyak di Indonesia.

“Demikian juga Festival Mulut Seribu yang akan datang ini untuk memasarkan pariwisata di Rote Ndao yang selama ini juga terkenal dengan destinasi wisata berselancar di Perairan Pantai Nemberala,” katanya.

Dijelaskannya, Perairan Mulut Seribu memiliki keindahan alam yang sangat mengagumkan berupa alam yang hijau dengan gugusan pulau-pulau kecil dikeliling laut yang bersih.

Selain itu, lanjut dia, kawasan tersebut juga memiliki potensi kelautan dan perikanan melimpah yang saat ini sedang dikembangkan melalui usaha budidaya perikanan dan akan menjadi tujuan wisata bahari.

“Potensi alam dan bahari serta kelautan dan perikanan ini yang akan ditonjolkan lewat festival untuk menarik minat kunjungan wisatawan ,” katanya.
Baca juga: Festival Seni Multatuli optimistis jadi ajang mendunia
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019