Pemadaman TPA Antang 15 jam sisakan polusi asap

Pemadaman TPA Antang 15 jam sisakan polusi asap

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/9/2019). Kebakaran sampah yang terjadi sejak Minggu (15/9/2019) di TPA tersebut mengakibatkan sebagian wilayah di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa diselimuti asap pada pagi hari. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/pras.

Makassar (ANTARA) - Pemadaman api di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) di Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung 15 jam dan menyisakan polusi asap hingga meluas ke pemukiman warga di sekitar TPA setempat maupun merambat ke sebagian wilayah Kabupaten Gowa, Senin.

Selain itu, kabut asap sisa pembakaran memenuhi di sepajang jalan Aroepala (Hertasning Baru) hingga di jalan Yasin Limpo membuat jarak pandang pengendara menjadi tergangu.

Bahkan asap menyebar ke pemukiman warga hingga beberapa masjid di wilayah sekitar menyampaikan imbauan melalui pengeras suara kepada warga agar terus waspada, dan tetap mengunakan masker pengaman, mengingat asap tersebut membawa polusi.

Asap juga menggangu aktivitas sebagian warga di bagian timur kota tepatnya wilayah Kecamatan Manggala dan Panakukang sejak malam tadi. Kabut asap mengepul di jalanan hingga jarak pandang berkurang.

Kebakaran tersebut terjadi Minggu siang 15 September, sampai Senin subuh 16 September 2019. Sijago merah membakar empat blok gunung sampah berada di TPA tersebut. Sebanyak 30 unit kendaraan pemadam kebakaran secara bergantian diterjunkan untuk memadamkan api.

Sebanyak empat blok Tempat Penampungan Akhir (TPA) di tempat itu hangus terbakar. Kebakaran terjadi sejak Minggu, 15 September 2019, siang pukul 13.30 dan terus meluas ke blok lain. Beruntung api berhasil dikuasai pada Senin subuh pukul 04.55 WITA.

"Ada 30 unit kendaraan Damkar dan 70 unit mobil tanki diturunkan. Sejak siang kemarin tim berusaha memadamkan api, dan tadi subuh sekitar pukul 04.55 WITA Api sudah padam, hanya saja asap masih ada. Proses pemadaman diperkirakan sampai 15 jam, " sebut Ketua regu Damkar Kota Makassar, Hidayatullah.

Akibat dari kebakaran itu, beberapa ekor sapi yang biasanya mencari makan di TPA di lalap api, bahkan warung warga setempat ikut terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Baca juga: Walkot Pomanto lantik 435 Kepsek di TPA Antang Tamangapa

Baca juga: Kebakaran rumah tinggal di Kampung Makassar Jakarta Timur pagi ini

Baca juga: Satuan pemadam kebakaran Makassar terbaik se-Indonesia


Sementara Pelaksana tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Iskandar saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini api sudah dikendalikan petugas Damkar, namun tetap dijaga kerena masih menyisakan asap.

Ia mengatakan, api berasal dari lokasi pembuangan aktif. Saat kejadian, pihaknya berusaha memutus jalur api dengan menggunakan buldozer menggali tanah dan memisahkan tumpukan sampah agar kobaran api tidak meluas.

Saat ditanya apa penyebab timbulnya api, dia belum bisa memastikan. Sebab, bisa saja itu human error pemulung membuang bara diputung rokok atau faktor cuaca panas yang sangat ekstem, mengingat lokasi disana sangat kering ditambah ada bahan mudah terbakar.

Hingga saat ini kondisi di TPA Antang bersangsur-angsur kondusif. Meski sebagian warga setempat belum beraktivitas penuh. Sejumlah pemulung pun belum diizinkan masuk, karena masih dianggap rentan dan berbahaya, sebab asap masih terlihat.
 
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019