ISPU di Pekanbaru capai 123 berbahaya sekolah diliburkan hingga Minggu

ISPU di Pekanbaru capai 123 berbahaya sekolah diliburkan hingga Minggu

Pengendara kendaraan bermotor menembus kabut asap pekat dampak dari kebekaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Jumat. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc).

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru, Jumat, mencapai 123 tercatat pada level kuning atau dalam kondisi berbahaya bagi kesehatan sehingga Pemkot Pekanbaru memperpanjang libur sekolah hingga Minggu (15/9).

"Kualitas udara makin memburuk dan kondisi ini berlangsung sudah tiga hari maka Senin (16/9) pelajar bisa sekolah kembali," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus di Pekanbaru, Jumat.

Baca juga: Warga mulai mengungsi, Pekanbaru menguning akibat kabut asap

Menurut dia, kendati ISPU berada di bawah angka 200, akan tetapi kecendrungan ISPU di Kota Pekanbaru akan naik lagi padahal Pemkot Pekanbaru sudah menambah libur sekolah bagi peserta didik selama dua hari ini.

Jadi, ujarnya pelajar masuk kelas Senin saja dan orangtua diimbau agar mengawasi anak-anaknya agar anak-anak tidak beraktivitas di luar rumah.

"Guru juga diharapkan bisa memberi tugas kepada para peserta didik, nantinya mereka bisa belajar selama libur sekolah. Berikan mereka tugas membaca buku atau PR agar anak-anak tetap berada di dalam rumah, dan mereka juga tidak ketinggalan pelajaran," jelasnya.

Baca juga: Kabut asap makin parah, ribuan warga Pekanbaru shalat minta hujan

ISPU di level tidak sehat sudah berlangsung sejak tiga hari ini. Kondisi ini karena kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Angka ISPU di Pekanbaru terus mengalami kenaikan sejak Selasa, awalnya ISPU berada di angka 111, meningkat menjadi 118 pada Rabu dan Jumat (13/9) berada pada angka 123.

Pantauan di lapangan asap bahkan sudah masuk ke dalam ruangan kantor dan rumah-rumah penduduk kendati ventilasi rumah sudah ditutupi kawat nyamuk pun. Warga terpaksa menggunakan masker walaupun sudah berada di dalam rumah. Saat tidur pun bisa batuk karena menghirup asap sehingga ventilasi rumah harus ditutup pakai kain.

Baca juga: Seorang wanita di Dumai mendadak lemas di jalan diduga terpapar asap
Pewarta : Frislidia
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019