Selama Agustus, kebakaran hutan dominasi bencana alam di Jabar

Selama Agustus, kebakaran hutan dominasi bencana alam di Jabar

Petugas gabungan terkepung kobaran api dan kepulan asap saat melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (3/10). Kebakaran hutan di Gunung Ciremai kembali meluas hingga mencapai 350 hektar dan belum berhasil dipadamkan. ANTARA JABAR/Dedhez Anggara/agr/18.

Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) menyatakan peristiwa bencana alam yang terjadi selama Agustus 2019 di Provinsi Jabar didominasi oleh kebakaran hutan yakni sebanyak 55 kebakaran hutan.

"Jumlah kejadian bencana alam sepanjang Agustus 2019 ini 117 kejadian dan dari jumlah tersebut didominasi oleh kejadian kebakaran hutan," kata Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan peristiwa bencana terbanyak kedua selama bulan lalu di Provinsi Jabar ditempati oleh kebakaran rumah dengan jumlah 38 kejadian, disusul angin puting beliung 12 kejadian dan tanah longsor 10 kejadian.

"Kemudian peristiwa gempa bumi terjadi dua kali atau hanya dua persen persen dari total kejadian bencana di Provinsi Jabar Agustus 2019 ini," kata dia

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 266 jiwa terdampak akibat peristiwa bencana alam yang terjadi selama bulan Agustus 2019 dan ada 83 rumah terdampak bencana alam yang terdiri atas 32 rumah rumah berat, 27 rumah rusak sedang, dan 24 rusak ringan.

"Alhamdulillah dari jumlah kejadian yang terjadi selama bulan Agustus lalu tak satu pun korban jiwa yang tewas diakibatkan oleh kejadian bencana di Jabar selama Agustus kemarin," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan kebakaran yang terjadi di Provinsi Jabar memang disebabkan kekeringan yang umumnya terjadi di wilayah Jabar bagian utara.

Akan tetapi kebakaran di sini bukan hanya hutan melainkan kebakaran lahan terbuka seperti lahan yang penuh alang-alang, demikian Budi Budiman Wahyu.

 
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019