Terbakarnya bus apron tidak ganggu operasional Bandara Ngurah Rai

Terbakarnya bus apron tidak ganggu operasional Bandara Ngurah Rai

Petugas melakukan pemadaman bus apron yang terbakar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (6/9/2019). Antaranews Bali/istimewa/fik

Badung (ANTARA) - Bus milik Gapura Angkasa yang terbakar di Apron sisi airside depan parking stand nomor 23 terminal Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada pukul 13.24 Wita tidak mengakibatkan terganggunya operasional bandara.

"Tidak ada dampak operasional akibat kebakaran. Semua penerbangan penerbangan normal, tidak ada yang delay, semuanya tetap berjalan dengan normal," ujar General Manager PT Angkasa Pura (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry A.Y Sikado, Jumat.

Ia mengatakan, kronologi awal peristiwa kebakaran tersebut yaitu awalnya AMC menerima laporan dari petugas di lapangan, kemudian AMC menginformasikan insiden tersebut ke tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) yang pada pukul 13.30 Wita telah tiba di lokasi dan langsung mengendalikan api pada bus yang terbakar.

"Pada 13.45 Wita, petugas ARFF telah berhasil memadamkan api yang membakar bus tersebut," katanya.

Baca juga: Satu unit bus terbakar di apron Bandara Ngurah Rai

Baca juga: Imigrasi Ngurah Rai gunakan "autogate" untuk pemeriksaan keimigrasian


Ia menegaskan tidak ada kerusakan fasilitas dan infrastruktur Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat peristiwa terbakarnya bus itu.

Selain itu, peristiwa kebakaran bus tersebut juga tidak mengakibatkan korban baik korban luka maupun korban jiwa.

"Fasilitas pelayanan penumpang tidak ada yang rusak. Hanya di bagian gedung luar terminal Internasional saja yang warnanya menjadi hitam karena terkena asap dari kebakaran bus,” kata Herry Sikado.

Sementara itu, General manager Gapura Angkasa Denpasar, I Ketut Dedi Harianto menjelaskan, kebakaran itu terjadi saat bus sedang parkir di tempat yang disediakan usai bus kembali dari melayani proses loading penerbangan maskapai Garuda Indonesia.

Selanjutnya, pengemudi bus menerima panggilan dari pengatur bus untuk melayani penerbangan berikutnya. Pada saat pengemudi akan menghidupkan mesin bus, mesin tidak dapat menyala.

"Karena mesin tidak dapat dinyalakan, pengemudi berusaha menghubungi mekanik dan kemudian diberikan arahan untuk memeriksa kondisi aki bus sembari menunggu kedatangan mekanik," katanya

Ketika pengemudi memeriksa kondisi aki di bagian belakang bus, ternyata saat itu sudah muncul api. Mengetahui hal tersebut pengemudi bus langsung mengambil dua buah Alat Pemadam Api (Apar) dengan kapasitas tiga kilogram kg untuk mencoba memadamkan api.

"Namun, usahanya itu tidak berhasil dan kemudian petugas itu segera mencari pertolongan pada teman-temannya untuk segera menghubungi pemadam kebakaran," katanya.

Beberapa menit sudah berhasil dipadamkan. "Atas kejadian ini, kami atas nama manajemen Gapura Angkasa sangat menyesalkan insiden ini, kami mohon maaf dan turut prihatin,” katanya.*

Baca juga: AP I miliki fasilitas pemeriksaan penumpang canggih di Bali

Baca juga: Sembilan stakeholder Bali beri dukungan bangun wilayah bebas korupsi
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019