Tinton ajak tokoh otomotif nasional bahas masa depan Sirkuit Sentul

Tinton ajak tokoh otomotif nasional bahas masa depan Sirkuit Sentul

Direktur Utama Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto. ANTARA/Bayu Kuncahyo/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sirkuit Sentul, Bogor pernah berjaya pada era 90-an, namun saat ini seperti tertinggal dan untuk itu Direktur Utama Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto mengajak tokoh otomotif Indonesia untuk mencari jalan keluar agar kembali berjaya.

Sedikitnya 30 tokoh olahraga nasional mulai era 60-an dikumpulkan di Balai Sarwono, Jakarta, Rabu. Tokoh olahraga otomotif Indonesia itu di antaranya Chandra Alim, Farid Sungkar, Benny Hidayat, Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 Prasetyo Edi Marsudi hingga mantan Ketua IMI Nanan Sukarna.

"Malaysia sudah, Thailand sudah, Filipina bentar lagi. Gimana dengan Indonesia. Masak hanya ISSOM (Indonesia Sentul Series of Motorsport) saja," Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto dengan mimik serius.

Sirkuit Sentul pada jaman keemasannya pernah menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor paling bergengsi dunia mulai super bike hingga MotoGP medio 1996-1998. Bahkan salah satu legenda MotoGP Valentino Rossi juga pernah merasakan aspal sirkuit kebanggaan Indonesia itu.

Tidak hanya itu. Sirkuit Sentul juga pernah menjadi tuan rumah kejuaraan A1 GP, GP2 Asia, Formula BMW Asia hingga Fomula V6 Asia. Namun, seiring perkembangan waktu sirkuit tersebut seperti ditinggalkan oleh kejuaraan bergengsi tersebut.

Sebenarnya MotoGP juga hampir mampir ke Sirkuit Sentul karena pada 2015 ada rencana renovasi dengan harapan bisa menggelar kejuaraan balap roda dua paling bergengsi di dunia itu pada 2020. Namun, semuanya masih dalam wacana. Bahkan ada rencana MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika Lombok.

"Saya mendukung pembangunan sirkuit di mana saja. Spanyol saja banyak memiliki sirkuit. Tapi untuk program tetap harus berjalan," kata Tinton menegaskan.

Salah satu tokoh otomotif Indonesia Chandra Alim mengatakan bahwa Sirkuit Sentul harus kembali dimaksimalkan meski banyak tantangan yang harus dihadapi. Bahkan rencana untuk memaksimalkan sirkuit tersebut juga sudah disiapkan.

"Kerangka sudah ada, tapi kenapa tidak berjalan? Itu yang harus kita cari jalan keluarnya. Mungkin masalah payung hukum. Makanya kami berharap yang potensi bisa terlibat," kata pebalap senior yang hingga saat aktif di dunia otomotif itu.

Selain Sirkuit Sentul, pada sarasehan tokoh otomotif Indonesia itu juga membicarakan rencana pembangunan sirkuit berstandart internasional di Bali. Bahkan, Direktur Utama Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto menegaskan sudah ada pihak yang menyiapkan lahan lebih dari 300 hektar.

Sementara itu Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 yang juga penggiat otomotif Prasetyo Edi Marsudi mengatakan jika Sirkuit Sentul bisa besar jika semuanya menyadari posisinya saat ini.

"Saya sudah pernah membahas Sirkuit Sentul dengan Presiden. Pak mohon dibantu. Tapi mau gimana lagi, Sentul milik swasta. Coba kalau Pak Tinton bisa ngobrol dengan pemerintah, gak bakal ada Mandalika," katanya.

Baca juga: Tinton: Sirkuit Sentul itu milik nasional, harus dikawal

Baca juga: Pemerintah dukung penuh penyelenggaraan MotoGP 2020 di Sentul
Pewarta : Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019