Gelombang 4 meter berpotensi landa perairan Indonesia timur

Gelombang 4 meter berpotensi landa perairan Indonesia timur

Ota Welly Jenni Thalo. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan operator pelayaran dan nelayan, untuk mewaspadai gelombang setinggi 4.0 meter, yang berpotensi melanda perairan Indonesia timur, seperti laut Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan Pulau Sumba dan Samudera Hindia Selatan NTT.

Potensi gelombang tinggi ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan ini, kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Rabu

Selain itu, gelombang setinggi 3.0 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan dan gelombang 3.5 meter berpotensi terjadi di Laut Sawu.

Baca juga: BMKG: Badai tropis Lingling picu gelombang perairan Indonesia

BMKG juga memantau, potensi gelombang setinggi 2-2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Ombai, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote, Laut Timor selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara umumnya angin bertiup dari arah Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan 1- 6 Skala Beaufort, katanya menjelaskan.

Menurut dia, potensi gelombang tinggi ini dipicu Tropical Storm Lingling 985 hPa di perairan utara Filipina.

"Saat ini terdapat Tropical Storm Lingling 985 hPa di perairan utara Filipina," katanya.

Sementara pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Banten, Selat Karimata, Perairan timur Bitung, dan Kepulauan Sitaro.

Kondisi inilah yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, katanya. *

Baca juga: BMKG: Tinggi gelombang laut selatan Jateng-DIY enam meter
 
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019