BPPT: BJ Habibie adalah sosok penggerak kemajuan teknologi Indonesia

BPPT: BJ Habibie adalah sosok penggerak kemajuan teknologi Indonesia

Fikar Rizky Mohamad bersama Presiden ketiga RI BJ Habibie (Dokumentasi Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza  mengatakan Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie adalah sosok pengerak perkembangan dan kemajuan teknologi Indonesia dan inspirator bagi sumber daya manusia  Indonesia untuk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

"Pak Habibie adalah sosok orang tua yang mendidik dan membesarkan saya hingga menjadi Kepala BPPT, generasi penerus beliau yang mendirikan BPPT," kata di Jakarta, Sabtu.

BJ Habibie merupakan bapak teknologi Indonesia yang lahir di Parepare Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1963. B. J. Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998, dan memimpin Indonesia sebagai presiden hingga 20 Oktober 1999.

Selain memotivasi untuk pengembangan iptek dan inovasi, BJ Habibie berpesan kepada perekayasa, ilmuwan dan peneliti, dalam suatu pertemuan di kediamannya agar menghasilkan dan mendorong seluruh inovasi untuk mampu mengambil porsi terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Negara Indonesia sehingga Indonesia dapat menjadi negara kuat, mandiri dan maju berbasis iptek.

"Sasaran kita adalah seluruh GDP (Produk Domestik Bruto) apakah sektor pangan, energi terbarukan, atau apa saja yang dibutuhkan, anda harus bisa. Kalau bukan anda siapa lagi," kata Habibie dalam diskusi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan XLII Tahun 2019 Lembaga Administrasi Nasional di Kediaman Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Kuningan, Jakarta Selatan.

Bahkan Habibie berharap kontribusi inovasi dapat menempati 70 persen dari Produk Domestik Bruto, sehingga ekonomi Indonesia bisa berbasis inovasi. Dengan demikian, maka daya saing bangsa Indonesia kan meningkat di kancah internasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan bangsa, termasuk mendorong terbukanya banyak lapangan kerja dalam negeri dan menurunkan biaya operasional karena negeri sendiri bisa menghasilkan tanpa harus mengimpor.

Bagi Kepala BPPT Hammam Riza, momen yang penting dengan Habibie adalah saat dia melakukan teleconference melalui FaceTime, di mana Hammam berada di BPPT Jakarta, sementara BJ Habibie ada di Jerman. Perbincangan itu dilakukan setelah Hammam dilantik sebagai Kepala BPPT. Acara itu juga didukung oleh Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE).

"Pesan beliau dari sejak dulu adalah pembangunan SDM iptek harus selalu menjadi pilar pengembangan BPPT. Itu diulangi dalam setiap kesempatan saya tatap muka," ujarnya.

Hammam menuturkan SDM yang kompeten dalam iptek disertai iman dan taqwa akan menjadi motor utama menghasilkan inovasi teknologi.

Sementara bagi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, BJ Habibie adalah sosok diidolakan dan berperan penting dalam memberikan motivasi positif untuk Handoko terus berkarya mengembangkan iptek Indonesia.

Handoko mengaku secara personal karirnya banyak bersentuhan dengan sosok Habibie karena Handoko mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri setelah SMA melalui program Overseas Fellowship Program (OFP) yang digagas oleh BJ Habibie saat masih menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek).

Setelah lama sebagai diaspora Indonesia di luar negeri, Handoko kembali ke Indonesia pada 2002, dan menerima anugerah Habibie Award untuk Basic Science pada 2004.

Sampai saat ini, Handoko masih sebagai tim di Habibie Center yang menyeleksi para penerima Habibie Award setiap tahunnya.

"Saya beruntung memiliki kesempatan berbincang dengan beliau sejak pertemuan pertama saat usia SMA pada saat beraudiensi sebagai pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI," ujar Handoko.

Handoko menceritakan bahwa khususnya akhir-akhir ini, Habibie selalu menyampaikan pesan untuk bekerja keras memajukan iptek di Indonesia agar tidak kalah dengan bangsa lain.

"Secara lebih khusus, bagaimana menciptakan iklim riset yang kondusif di Tanah Air sehingga para peneliti di Indonesia dapat berkiprah di Tanah Air.Mungkin karena beliau (Habibie) merasa hal ini masih menjadi pr yang belum terselesaikan sebagai Menristek selama lebih dari dua dekade" ujar Handoko.

Sementara saat menghadiri suatu pertemuan dengan Habibie di rumah Habibis, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menangkap kesan semangat kuat dari Habibie untuk pengembangan iptek di Indonesia.

Kesempatan lain mempertemukan Habibie dan Thomas dalam pembukaan pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2018 di Pekanbaru, Riau.

Pada pameran itu, Habibie bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengunjungi booth Lapan dan memberi semangat kepada Lapan untuk pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa.

Baca juga: Habibie: Isi kemerdekaan dengan karya nyata
Baca juga: Kepala BPPT: Penguasaan iptek memerlukan SDM mumpuni
Baca juga: Habibie: Arahkan agar novasi berkontribusi dominan pada PDB


 
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019