Mataram tuntaskan penyaluran bantuan jaminan hidup korban gempa

Mataram tuntaskan penyaluran bantuan jaminan hidup korban gempa

Arsip Foto. Korban bencana antre untuk mendapatkan dana Jaminan Hidup (Jadup) yang mulai disalurkan di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Desa Mpanau, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019). Kementerian Sosial mulai menyalurkan dana Jadup senilai Rp10 ribu per orang per hari selama 60 hari kepada korban bencana gempa dan likuefaksi di wilayah itu melalu mekanisme transfer langsung ke rekening korban. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.

Mataram, Nusa Tenggara Barat (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram menyatakan bahwa penyaluran bantuan jaminan hidup tahap pertama bagi 2.010 keluarga yang terdiri atas 7.448 orang korban gempa bumi yang rumahnya rusak berat sudah tuntas.

"Allhamdulillah, meskipun agak sedikit lama namun hari ini pendistribusian bantuan jadup (jaminan hidup) dengan total anggaran Rp4,5 miliar, bisa kita selesaikan," kata Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Asnayati di Mataram, Jumat.

Baiq Asnayati tidak menampik proses pencairan bantuan jadup sejak dicanangkan 19 Juli 2019 agak lamban. Guna memperlancar proses pencairan bantuan jadup, Dinas Sosial memetakan sasaran penerima jadup sesuai dengan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk (KTP) calon penerima.

Saat pencairan jadup secara simbolis untuk 250 keluarga pada 19 Juli, pencairan bantuan jadup untuk sekitar 20 penerima ditunda karena data mereka tidak sesuai dengan dokumen dalam kartu keluarga, ada yang sudah meninggal dunia, bercerai, atau suaminya menjadi pekerja migran.

"Untuk itu, agar KK bersangkutan tetap mendapatkan haknya, kami langsung mengeluarkan surat rekomendasi sesuai dengan data masing-masing," katanya.

Guna menghindari hal serupa terjadi, Dinas Sosial memperbarui data dengan memasukkan data terkini warga yang meninggal dunia, pindah tempat tinggal, bercerai, dan menjadi pekerja migran.

"Hasil pemetaan itulah kita serahkan ke bank dan kelurahan agar bank bisa menyiapkan anggaran dan kelurahan siapkan aula untuk proses pencairan," katanya.

Kendala pencairan yang lain, menurut Baiq Asnayati, kadang bank mitra pemerintah dalam penyaluran bantuan jadup kehabisan kartu.

"Kita berharap, saat pencairan bantuan jadup tahap kedua berbagai kendala-kendala itu bisa diantisipasi agar pencairan dapat dilakukan dalam waktu singkat," katanya.

Berkenaan dengan pencairan bantuan jadup tahap kedua dengan sasaran korban gempa dengan kategori rumah rusak sedang dan ringan, menurut dia, pejabat Dinas Sosial akan berangkat ke Jakarta pada Senin (2/9) untuk menyerahkan dokumen sasaran bantuan jaminan hidup berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Mataram.

"Insya Allah satu bendel dokumen termasuk soft copy data calon sasaran penerima jadup akan kita serahkan pada hari Senin," ujarnya.

Baiq Asnayati menambahkan, calon sasaran penerima jadup tahap kedua hampir 12.000 keluarga yang terdiri atas sekitar 45 ribu jiwa. Bantuan jaminan hidup nilainya Rp10 ribu per orang per hari.

Baca juga:
Pencairan jadup korban gempa di Mataram terkendala akurasi data

KK korban gempa 2018 Mataram terima bantuan senilai Rp4,4 miliar
 
Pewarta : Nirkomala
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019