Dua Sekolah Pantai Indonesia di Riau fokus antisipasi abrasi

Dua Sekolah Pantai Indonesia di Riau fokus antisipasi abrasi

Aksi Bersih Bersih Pantai Sejumlah pelajar memungut sampah yang berserakan di sepanjang Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/2). ANTARA/Moch Asim

Pekanbaru (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memilih dua sekolah di Provinsi Riau untuk pelaksanaan program Sekolah Pantai Indonesia (SPI) yakni SMKN 1 Tebing Tinggi di Kabupaten Kepulauan Meranti, dan SMAN 2 di Kabupaten Bengkalis.

"Sekolah Pantai Indonesia merupakan implementasi dari Gerakan Cinta Laut dari KKP sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga kelestarian laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Program ini dilakukan untuk menumbuhkan wawasan tentang pesisir dan laut. Sehingga para pelajar bisa peduli terhadap laut di Indonesia," kata Kepala Seksi Adaptasi Perubahan Iklim Subdit Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP RI, Fegi Nurhabni, dalam pernyataan pers kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan KKP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau telah melaksanakan sosialisasi dan pembelajaran kelas SPI di SMKN 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (27/8).
Baca juga: KKP Bangun Sekolah Konservasi Internasional di Wakatobi

Ia menjelaskan, selain di Provinsi Riau SPI juga berada di Serang Banten, Palu Sulawesi Tengah, Bone Sulawesi Selatan, Lombok Utara NTB, Kepulauan Seribu DKI, dan Painan Pesisir Selatan Sumatra Barat. Program ini merupakan program yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut dia, sekolah yang dipilih dan ditunjuk adalah sekolah yang berada pada daerah yang rentan terhadap bencana dan perubahan iklim. Dipilihnya Kabupaten Kepulauan Meranti, karena abrasi di daerah yang berbatasan langsung dengan negara jiran Malaysia itu sudah sangat parah dan perlu kepedulian terhadap kondisi ini.

“Kegiatan SPI dilakasanakan secara penuh di Riau selama bulan September hingga Oktober tahun ini,” ujarnya.

Program tersebut akan menerapkan prinsip dari oleh dan untuk siswa melalui konsep 4A (Amati, Analisa, Ajarkan dan Aksi). Para siswa juga diharapkan bisa memahami akan lingkungan serta melakukan tindakan nyata melalui aksi bersama.
Baca juga: KKP: sekolah lapang putus rantai kemiskinan nelayan

"Program SPI di Riau fokus pada mangrove dan sampah. Diharapkan nantinya Kepulauan Meranti akan menjadi Kabupaten yang bersih dari sampah dan semakin hijau," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Herman Mahmud dalam pesan tertulisnya menyampaikan, guna meningkatkan rasa kepedulian dalam menjaga kelestarian laut, DKP Riau sangat menyambut baik program Sekolah Pantai Indonesia . Ia berharap program ini bisa mengajak para pelajar cinta akan laut dan peduli pada lingkungan sehingga bisa turut menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut.

"Generasi muda merupakan generasi yang cinta dengan lautnya. Para pelajar diharapkan mampu mengajak masyarakat pesisir peduli akan daerahnya. Apalagi Kabupaten Kepulauan Meranti tingkat abrasinya paling tinggi terutama dipulau terluar Indonesia," katanya.

Pemerintah Kabupaten Meranti pada tahun 2018 mencatat laju abrasi di Kepulauan Meranti luasnya mencapai 23,93 hektar (ha). Tersebar di tiga pulau, yaitu Pulau Rangsang 13,18 ha, Pulau Merbau 7,25 ha dan Pulau Padang seluas 3,6 ha. Sementara untuk kerusakan kawasan hutan mangrove, luasnya mencapai 8.000 ha atau 26,85 persen.
Baca juga: KKP: Sebagian lulusan Sekolah Perikanan terserap industri luar negeri
Baca juga: KKP: SDM unggul Sekolah Tinggi Perikanan siap hadapi Industri 4.0

Pewarta : FB Anggoro
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019