23 peserta SMN Babel lari halang rintang di Lanud Haluoleo

23 peserta SMN Babel lari halang rintang di Lanud Haluoleo

Salah seorang peserta SMN asal Bangka Belitung saat menyebrang menggunakan satu tali. (ANTARA/Harianto)

Konawe Selatan (ANTARA) - Sebanyak 23 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengikuti kegiatan lari halang rintang yang diselenggarakan oleh Pangkalan Penerbangan (Lanud) Haluoleo (HLO).

Kegiatan lari halang rintang yang dilalui oleh ke-23 peserta SMN asal Bangka Belitung itu, merupakan rangkaian kegiatan para peserta SMN selama berada di Lanud Haluoleo. Sebelumnya para peserta melakukan kunjungan terdahulu di bunker peninggalan tentara Jepang di kawasan itu.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Haluoleo, Mayor Lek Syamsul Rijal mengatakan, kegiatan halang rintang tersebut merupakan kegiatan keterampilan semi milir, sehingga mereka bisa ceria dan semangat untuk melewati setiap rintangan.

"Pada dasarnya kegiatan ini merupakan cara melatih kedisiplinan mereka yang telah diajarkan sebelumnya secara teori, mengenai bela negara, dan ini merupakan bagian dari prakteknya," kata Mayor Lek Syamsul Rijal, di Monawe Selatan, Rabu (21/8).

Baca juga: SMN Kalsel tanam mangrove dan lepas tukik di Kota Pariaman

Menurut dia, untuk membela negara harus memiliki kondisi fisik yang bagus, mental yang kuat serta ketahanan tubuh yang kuat.

"Walaupun mereka jarang berlatih tetapi minimal kita bisa mengetahui atau dia bisa mengukur kemampuan dia dalam melaksanakan suatu kegiatan yang sifatnya semi militer," jelasnya.

Baca juga: Peserta SMN Sulteng-Sumut bertemu di Bandara Kualanamu
Baca juga: Peserta SMN Babel kunjungi bunker peninggalan Jepang
Peserta SMN asal Bangka Belitung saat direndam di sungai daerah Lanud Haluoleo. (ANTARA/Harianto)


Sementara itu, Kasiops Lanud HLO, Kapten Tek Jaya Shadiqin mengatakan, kegiatan halang rintang yang diberikan kepada peserta SMN merupakan cara untuk membentuk karakter para peserta agar memiliki rasa kekompakkan, solidaritas dan saling peduli antarsesama.

"Mereka sebagai generasi muda, harus memiliki jiwa kekompakan, solidaritas dan yang tak kala penting adalah mereka harus memiliki rasa kepedulian antarsesama, karena dalam halang rintang ini kami bentuk per kelompok atau tim," kata Kapten Tek Jaya Shadiqin.

Menurut Kapten Tek Jaya Shadiqin, para generasi muda khususnya peserta SMN yang sedang mengikuti kegiatan bela negara di Lanud HLO itu, mempunyai peran yang besar untuk membuat negara Indonesia maju dan sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

"Negara tidak akan maju jika tidak dimulai pada generasi muda, dan halang rintang yang diberikan bukan standar militer, tetapi disesuaikan dengan para siswa SMN ini," jelasnya.

Jenis-jenis halang rintang yang dilalui para peserta SMN asal Babel itu, diantaranya tiarap di kawat berduri, pagar rayapan, jembatan bergoyang, tali ayunan dua tali, tali ayunan satu tali, memanah, lari zig-zag di ban dan mengenang dengan merayap disatu tali.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019