Peserta SMN asal Sulut dibekali tips menulis

Peserta SMN asal Sulut dibekali tips menulis

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sulut mengikuti Bedah Buku "Bingkai Anak Negeri" yang berlangsung di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (19/8/2019). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semaraang (ANTARA) - Sebanyak 23 peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 mendapatkan bekal tips dan trik menulis dalam bedah buku "Bingkai Anak Negeri" di Perpustakaan Daerah Jawa Tengah, Semarang, Senin.

Buku tersebut adalah tulisan kenang-kenangan peserta SMN tahun lalu dari kunjungannya ke berbagai daerah di Jateng, mulai budaya, wisata, hingga makanan khasnya.

Dua pembicara dihadirkan dalam bedah buku itu, yakni pewarta senior Perum LKBN Antara Nur Istibsaroh dan pengusaha muda Shoraya Lolyta Octaviana, dipandu Kepala Perum LKBN Antara Biro Jateng A Zaenal Muttaqin.

Nur Istibsaroh menyampaikan tips dan trik menulis, sebagai panduan mereka menulis kesannya selama berkeliling Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Judul itu harus yang menarik, agar orang tertarik membacanya," kata Istib, sapaan akrab Nur Istibsaroh.

Baca juga: Peserta SMN Sulut kagumi budaya Jawa

Baca juga: Peserta SMN-2019 berwisata budaya dan alam di Sulut


Sedangkan Shoraya menyemangati para peserta dengan kisah hidupnya dari keluarga tidak mampu hingga sukses menjadi pengusaha seperti sekarang.

Meski hidup berkekurangan, perempuan yang aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu justru terpacu untuk menjadi orang yang sukses demi membahagiakan orang tua.

Bahkan, kerja sembari kuliah pun dilakoninya perempuan asli Kabupaten Batang, Jateng, termasuk berbisnis yang dimulai dari kecil-kecilan hingga skala besar.

Rugi, bagi Shoraya, merupakan risiko orang berbisnis, tetapi jangan sampai mematahkan semangat, apalagi menyerah untuk terus belajar dan berusaha.

Para siswa tampak antusias mengikuti bedah buku itu, termasuk saat sesi tanya jawab. Bahkan, guru pendamping pun ikut memberikan saran untuk kesempurnaan buku SMN tahun ini.

"Kalau bisa, tulisan siswa ini dikirim ke pendamping dulu atau bagaimana. Karena ada beberapa yang salah ketik di buku ini," kata seorang guru pendamping siswa asal Sulut.

Sebanyak 23 siswa asal Sulut, dua di antaranya siswa berkebutuhan khusus, melakukan pertukaran pelajar dengan daerah Jateng melalui program SMN 2019, mulai 13-20 Agustus.

Mereka diajak mengunjungi berbagai destinasi wisata di Jateng, antara lain Kelenteng Sam Poo Kong, Museum Lawang Sewu, Museum Kereta Api (KA) Ambarawa, hingga Candi Borobudur.

"Makanannya di sini enak-enak, orangnya ramah-ramah. Paling suka lele goreng, di sana (Sulut) jarang," kata Roland R Tabundia (15) dari SMA El Shaddai, Manado.

Tak hanya makanan khas Jateng, Roland juga terkesan dengan kemegahan Candi Borobudur yang selama ini hanya bisa dilihatnya melalui layar kaca.*

Baca juga: Peserta SMN Jawa Tengah Kagumi keindahan Sulut

Baca juga: Peserta SMN Sulut ikuti bela negara di Rindam IV/Diponegoro
Pewarta : Mahmudah/Zuhdiar Laeis
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019