Rektor UNY sebut 7.754 mahasiswa baru jadi harapan bagi Indonesia

Rektor UNY sebut 7.754 mahasiswa baru jadi harapan bagi Indonesia

Rektor UNY Sutrisna Wibawa didampingi Menkominfo Rudiantara secara simbolis menyambut mahasiswa baru UNY di GOR UNY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sutrisna Wibawa menyebut sebanyak 7.754 mahasiswa baru yang terpilih untuk menjadi bagian dari kampus yang memiliki tradisi prestasi tiada henti tersebut adalah harapan baru bagi Indonesia.

"Kedatangan anda di UNY adalah harapan baru bagi Indonesia. Kedatangan anda di UNY adalah sebuah harapan, akan bertambahnya aktor perubahan bagi Indonesia yang lebih maju dan gemilang," kata Rektor saat menyambut kedatangan 7.754 mahasiswa baru UNY di Gedung Olahraga (GOR) UNY, Senin.

Menurut Rektor, kedatangan generasi muda di UNY adalah wujud doa dan harapan orang-orang tua dari berbagai kalangan, dari berbagai sudut negeri, akan masa depan yang lebih baik dengan pendidikan. Untuk itu Rektor mengajak mahasiswa baru untuk mengarungi dunia tanpa rasa takut ataupun cemas.

"Kami akan menyiapkan anda, menjadi pribadi-pribadi yang matang dengan mengasah softskill maupun hardskill', mengembangkan keilmuan dengan penelitian, dan berdedikasi tinggi melalui pengabdian, untuk negeri yang satu, Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, kata Rektor mulai hari ini dan seterusnya, mahasiswa baru ini akan menjadi bagian dari UNY, tidak ada lagi engkau dan aku, tetapi 'kita' yang bersama-sama memiliki keinginan untuk menjadi manusia Indonesia yang unggul secara intelektual, afektif, spiritual, dan sosial.

"Kita yang bersama-sama memiliki keinginan untuk menumbuhkan kreativitas tanpa batas. Kita yang bersama-sama memiliki keinginan untuk menciptakan inovasi-inovasi tiada bertepi," katanya.

Rektor menjelaskan, dengan visi Menjadi universitas kependidikan unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketakwaan, kemandirian dan kecendekiaan pada tahun 2025, UNY memiliki misi salah satunya menjadikan lulusannya sebagai manusia yang mandiri, takwa, dan cendekia.

Ia mengatakan, penelitian dilakukan untuk menemukan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang menyejahterakan individu dan masyarakat, mendukung pembangunan daerah dan nasional, serta memberi sumbangan terhadap pemecahan masalah global.

"Pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara kreatif dan inovatif senantiasa dilakukan untuk mendorong pengembangan potensi manusia, masyarakat, dan alam untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Rektor mengatakan, perkembangan digital di era revolusi industri 4.0 membuat wajah baru dalam masyarakat. Perkembangan teknologi informasi menimbulkan dampak otomatisasi di seluruh bidang, menggabungkan teknologi dan pendekatan baru secara nyata, digital dan fundamental.

"Di era society 5.0, kita akan dihadapkan kepada tantangan untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik," katanya.

Baca juga: Rektor UNY minta generasi muda siap hadapi era "Society 5.0"

Baca juga: UNY kerja sama pengkajian manuskrip Keraton Yogyakarta
Pewarta : Hery Sidik
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019