Mahasiswa KKN UGM bangun kedai di wisata Samberpasi Biak

Mahasiswa KKN UGM bangun kedai  di wisata Samberpasi Biak

Kadis Pariwisata Biak Turbey Onisimus Dangeubun M.Si meresmikan fasilitas objek wisata kedai Indaf-Sau di kampung wisata Samberpasi,distrik Aimando.(dokumentasi KKN-PPM UGM)

Biak (ANTARA) - Sebanyak 30 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gajah Mada Yogyakarta (KKN-UGM) berhasil membangun kedai Indaf-Sau di kampung wisata Samberpasi Distrik Kepulauan Aimando, Kabupaten Biak Numfor, Papua, dalam rangka mendukung pengembangan sektor unggulan pariwisata.

"Peresmian kedai Indaf-Sau yang dibangun mahasiswa KKN PPM UGM di Kampung Samberpasi diresmikan Kadis Pariwisata Turbey Onisimus Dangeubun bertepatan dengan Festival Kasumasa penutupan kegiatan kuliah kerja nyata bersama warga kampung Samberpasi," kata Dosen pembimbing lapangan mahasiswa KKN UGM Yogyakarta Dr Eng Rachmat Sriwijaya MT sebelum berangkat dari bandara Frans Kaisiepo Biak, Minggu (18/8).

Ia meyebutkan, pembangunan fisik kedai Indaf-Sau bagian dari kegiatan kerja fisik dalam pelaksanaan kegiatan KKN PPM UGM di masyarakat Kabupaten Biak Numfor.

Rachmat mengatakan, selama berada di lokasi KKN-PPM 30 mahasiswa bersama masyarakat telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Manikersi, sekaligus menjadikannya Pokdarwis pertama di Kabupaten Biak Numfor yang dikukuhkan secara resmi melalui SK Kepala Dinas Pariwisata. Kerja sama.

Bahkan, kegiatan mahasiswa dan Pokdarwis juga menghasilkan paket wisata Island hoping dengan berbagai fasilitas didirikan demi mendukung Kampung Wisata Samberpasi antara lain, Gapura kampung wisata.

Serta pusat cinderamata Johns Crraft, ayunan Pantai, Water tower dan pembilasan serta beberapa ikon wisata seperti tulisan “SAMBEPASI” sebagai spot untuk berswafoto.

Baca juga: Pokdawir Kampung Samberpasi yang digagas mahasiswa KKN UGM diapresiasi

"Tim KKN-PPM Universitas Gajah Mada Yogayakarta di Biak juga sukses membantu masyarakat Samberpasi memenuhi administrasi kependudukan dan menjadikan 100 persen sadar e-KTP," kata Rachmat didampingi koordinator mahasiswa Ashari.

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran organisasi perangkat daerah Pemkab Biak Numfor, Bupati Herry Ario Naap, Sekda Markus O.Mansnembra, para warga kampung Samberpasi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan KKN PPM UGM hingga selesai dengan lancar.

Sebelumnya, Sekda Biak Markus Mansnembra mengakui, pelaksanaan KKN-PPM UGM Yogyakarta di Kabupaten Biak Numfor telah berhasil berkontribusi nyata untuk membantu pemkab Biak Numfor dalam pembangunan daerah.

"Apa yang telah dibuat mahasiswa KKN UGM sangat menyentuh dan memberikan kesan positif untuk pemkab Biak Numfor, ya ini tahun kedua pelaksanaan KKN di Biak kami nilai sangat berhasil," kata Sekda

Penarikan mahasiswa secara resmi dilaksanakan di Lapangan Cendrawasih pada 17 Agustus 2019, bertepatan dengan upacara Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 ditandai penyerahan kembali mahasiswa dilakukan Bupati Biak Numfor Herry Ariyo Naap kepada R. Rachmat Sriwijaya, selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Program KKN-PPM mahasiswa UGM Yogyakarta di Kabupaten Biak Numfor berlangsung selama 50 hari terhitung sejak 28 Juni hingga 18 Agustus 2019 kembali ke Yogyakarta.

Baca juga: Tim UGM berupaya cari mahasiswa KKN terseret arus di Palangka Raya
Baca juga: UGM revitalisasi kawasan transmigrasi Rasau Jaya

 
Pewarta : Muhsidin
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019