Kemenag: siswa madrasah menangi Taekwondo antarnegara

Kemenag: siswa madrasah menangi Taekwondo antarnegara

Taekwondoin yang tergabung dalam World Taekwondo Federation (WTF) dan Tim Pelatnas PBTI memperagakan jurus taekwondo (pomsae) pada acara "Korea Indonesia Week", di Mall Taman Anggrek, Jakarta, Sabtu (6/10). Kegiatan tersebut merupakan sosialisasi prestasi Tim Pelatnas PBTI pada World University Taekwondo Championship di Korea bulan Mei lalu, dengan berhasil meraih juara III. (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Kementerian Agama A Umar mengatakan siswa madrasah meraih medali perunggu kompetisi Taekwondo antarnegara 4th Gewinn Malaysia Open International Taekwondo Championship.

Umar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, mengatakan capaian siswa madrasah itu membuktikan mereka dapat berprestasi di banyak lini.

Adapun peraih medali itu adalah Ajeng Gustiani siswa kelas XII IPA Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang. Ajang itu digelar pada Sabtu (3/8) di Stadion Juara Bukit Kiara, Malaysia.

Kepala MAN 3 Palembang Komariah Hawa mengatakan Ajeng sebelum berkompetisi pada ajang taekwondo di Malaysia telah memenagi sejumlah kejuaraan di tingkat provinsi dan nasional Universal Taekwondo Indonesia.

Umar mengatakan selain juara taekwondo, terdapat prestasi lain dari siswa madrasah. Dua tim vlog Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) OKI meraih juara 1 dan 3 pada Lomba Vlog Museum Olahraga (Mora) Kemenpora pada pertengahan Agustus.

Dia mengatakan tim pertama mendapatkan juara 1 kategori umum-bebas. Tim tersebut mengangkat topik "Pemanfaatan Jakabaring Sports City (JSC) sebagai Wisata Olah Raga Masyarakat".

Tim kedua mendapatkan juara 3 kategori pelajar/mahasiswa. Tim mengangkat topik "Diet Challenge dengan Berolahraga di JSC".

Kepala MAN IC OKI Kiagus Faisal sangat mendukung dan bangga dengan prestasi yang diraih peserta didik tersebut.

"Sebagai madrasah berbasis IT, kami tentu bangga dan terus mendukung kompetisi vlog seperti ini, apalagi ini tingkat nasional di bawah Kemenpora," katanya.

Baca juga: Pelajar madrasah ciptakan alat deteksi dini gunung meletus
Baca juga: Siswa MAN 1 Pekanbaru juara Kompetisi Robot Madrasah nasional
Baca juga: "WowWi" robot buatan siswa madrasah yang juara di Amerika Serikat
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019