Kompetisi futsal urung digelar korban kebakaran Manggarai

Kompetisi futsal urung digelar korban kebakaran Manggarai

Wakil Ketua Karang Taruna RW07 Manggarai, Darmawan memperlihatkan arena lomba futsal akbar antar-RT yang urung digelar pada HUT RI ke-74 di pelataran Masjid Al Falaah, Sabtu (17/8/2019). Darmawan menyebut kompetisi futsal urung digelar akibat imbas kebakaran. (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) -
Warga Jalan Swadaya 1, Kampung RW 07 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, urung menggelar kompetisi futsal antarwarga RT pada HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu, akibat kebakaran.
 
"Lomba futsal ini sudah menjadi kompetisi akbar yang kita selenggarakan secara rutin setiap 17 Agustus. Tapi keadaan sekarang tidak memungkinkan kita menggelar tahun ini," kata Wakil Karang Taruna RW 07 Manggarai, Darmawan (35) di Jakarta.
 
Kompetisi yang mempertandingkan 12 tim dari perwakilan pelajar Sekolah Dasar di RT 01 sampai RT 12 Kampung Asrama 7 disebut sebagai lomba akbar karena antusiasme warga setempat yang tinggi.
 
"Kalau lihat kompetisi yang lalu, setiap RT melibatkan maksimal 50 orang sebagai suporter dari seluruh usia. Justru panitia dari Karang Taruna repot ngurus penonton," kata Darmawan.
 
Tim futsal dari RT 12 dan RT 13 disebut warga setempat sebagai tim el clasico yang menjadi favorit penonton saat keduanya bertemu di lapangan. Warga menyebut penampilan dua tim tersebut tidak pernah mengecewakan.
 
"Kita punya tim el clasico layaknya Barcelona dan Madrid. Kompetisi ini sudah jadi ajang adu gengsi antar RT. Bahkan setiap RT punya klub sepak bola yang rutin mereka persiapkan untuk pertandingan 17-an," katanya.
 
Namun lomba yang rutin digelar di pelataran Masjid Al Falaah RW 07, urung digelar kali ini. Warga masih dirundung duka.

Baca juga: Korban kebakaran Manggarai galang donasi untuk HUT Kemerdekaan
Baca juga: Berkah kurban bagi korban kebakaran Manggarai
Baca juga: Korban kebakaran Manggarai berbagi kompor memasak daging
 
Humas Karang Taruna Kampung RW 07 Manggarai, Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan perlengkapan pertandingan sejak awal Juli 2019.
 
"Padahal kita sudah beli paralon buat gawang dan bola untuk pertandingan. Sudah habis Rp700 ribuan," katanya.
 
Wahyu menyebutkan kendala utama lomba karena mayoritas peserta futsal masih tersebar di tempat pengungsian yang jauh dari lokasi lomba.
 
Selain itu, sebagian besar dari total 25 anggota dan pengurus Karang Taruna menjadi korban kebakaran yang menghanguskan 169 rumah tinggal pada Rabu (10/7).
 
Namun Wahyu menjanjikan kepada warga bahwa kompetisi akbar itu bisa direalisasikan pada peringatan hari besar nasional lainnya pada tahun ini.
Baca juga: Korban kebakaran Manggarai manfaatkan air dari kebocoran pipa PDAM
Baca juga: Pejabat sumbang sapi bagi korban kebakaran Manggarai
Baca juga: Seberkas warna di tengah puing-puing monokrom
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019