725 KK di Pulau Sapudi menerima daging kurban dari Dompet Dhuafa

725 KK di Pulau Sapudi menerima daging kurban dari Dompet Dhuafa

Kurban Dompet Dhuafa di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (11/8/2019) (Abd Aziz)

Sumenep (ANTARA) - Sedikitnya 725 kepala keluarga (KK) di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Minggu, menerima daging kurban yang disalurkan oleh lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah.

"Kurban Dompet Dhuafa di Pulau Sapudi kali ini merupakan yang pertama dan terbanyak hingga mencapai ratusan ekor domba," kata Bagian Humas Dompet Dhuafa Dian Mulyadi.

Warga di Pulau Sapudi ini menjadi sasaran penerima kurban Dompet Dhuafa, karena beberapa pertimbangan.

Selain karena Sapudi merupakan pulau terpencil, sebagian rumah tangga yang tinggal di pulau yang terletak sekitar 27 mil laut sebelah timur Pulau Madura ini merupakan korban gempa yang terjadi awal Oktober 2018.

Total jumlah domba yang dikurbankan dan dagingnya dibagikan kepada 725 kepala keluarga ini sebanyak 100 ekor.

Domba-domba itu dikirimkan oleh Dompet Dhuafa Jawa Timur melalui mitra Kembeng Makmur di Situbondo, dan diantar secara langsung ke Pulau Sapudi dengan menggunakan perahu motor.

Warga di pulau ini mengaku sangat senang dengan kegiatan kemanusiaan yang digelar oleh Dompet Dhuafa.

"Saya berterima kasih kepada Dompet Dhuafa yang sudah berkontribusi dalam kurban tahun ini, semoga di tahun berikutnya dapat terlaksana kembali," ujar PJ Kepala Desa Pramban, Amuryanto.

Yanto sapaan karib pria paruh baya ini menjelaskan, warga desanya kebanyakan hidup serba terbatas, dan perekonomian mereka sangat bergantung kepada hasil tangkapan nelayan.

"Di Pulau Sapudi, terutama Desa Prambanan ini memang sering berkurban namun hanya jumlah sedikit sehingga kami jarang bahkan ada yang tidak mendapatkan sama sekali daging kurban setiap pelaksanaan,", ujar warga lainnya di Desa Pramban, Kecamatan Gayam, itu, Mayuto.

Ia mengaku, kegiatan Dompet Dhuafa di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah kali ini sangat membantu dirinya dan keluarganya.

Mayuto yang rumahnya reyot akibat terdampak gempa pada Oktober 2018 dan hingga kini belum mampu diperbaiki karena terkendala biaya juga berharap, Dompet Dhuafa bisa juga memperhatikan kondisi warga yang tertimpa musibah seperti dirinya, apabila berhasil mengumpulkan dana yang cukup dari para dermawan.

Mayuto merupakan satu, dari 12 orang warga Desa Pramban, Kecamatan Gayam, di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Timur yang menjadi korban gempa yang terjadi pada 9 Oktober 2018.

Kala itu, sebanyak 3 orang meninggal dunia dan 7 orang lainnya luka-luka karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah.

Dompet Dhuafa adalah lembaga kemanusiaan dengan dana operasional bersumber dari dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik.

Lembaga ini memiliki perhatian pada upaya mewujudkan tatanan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan, melalui empat hal, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pengembangan sosial.
Pewarta : Abd Aziz
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019