Korban kebakaran Manggarai berbagi kompor memasak daging

Korban kebakaran Manggarai berbagi kompor memasak daging

Warga Jalan Swadaya I, RW07 Manggarai, memotong hewan kurban sapi di Pelataran Masjid Al Falaah, Minggu (11/8/2019). Warga dari kalangan korban kebakaran menerima total 11 ekor sapi dan 23 ekor kambing. (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) -
Korban kebakaran di Jalan Swadaya I, RW 07, Manggarai,
Tebet, Jakarta Selatan, harus berbagi kompor gas milik tetangga untuk memasak daging hasil pemotongan hewan kurban, Minggu siang.
 
"Ya begini ini (pinjam peralatan masak). Barang saya semuanya ludes. Sekalinya dapet daging bingung masaknya gimana," kata tokoh masyarakat setempat Agus Komara (55) di Jakarta.
 
Pria yang juga pengurus Yayasan Masjid Al Falaah RW 07 Manggarai itu memperoleh tidak kurang dari dua kilogram daging sapi hasil sumbangan masyarakat dalam rangka perayaan Idul Adha 1440 Hijriyah/2019 Masehi.
 
Daging yang dibungkus kantong kresek plastik hitam tergeletak di sisi kompor gas ukuran satu tungku hasil sumbangan dari salah satu partai politik. Di samping kompor terdapat satu tabung gas elpiji 3 kilogram yang dipinjam Agus dari tetangganya.
 
"Nanti kalau saya selesai masak, baru gantian. Tetangga saya pinjam kompornya," kata Agus.
 
Peristiwa kebakaran yang terjadi Rabu (11/7) siang hanya menyisakan kasur dan beberapa surat penting di rumah Agus berukuran 2x9 meter per segi. Pada bangunan setengah gosong beratapkan terpal biru di RT 12 RW 07, Agus tinggal bersama tiga anak dan seorang istri.
 
Berkah daging kurban juga membawa masalah bagi tetangga Agus, Sumarni (52) yang mengaku kesulitan memperoleh akses air bersih karena mesin pompa menyedot air tanah korsleting listrik akibat terbakar.
 
Warga yang terdampak kebakaran di enam RT Jalan Swadaya I, RW 07 Manggarai, mayoritas memanfaatkan kebocoran air dari pecahan pipa distribusi bawah tanah milik PDAM Palyja.
 
"Saya cuci dagingnya pakai air PDAM. Pipanya kan pecah pas kemarin kebakaran, saya pasang selang untuk cuci daging sama masak air," katanya.
 
Sumarni harus mengantre air bersama tetangganya yang lain demi memperoleh akses air bersih.
 
Warga lainnya di RT 10 RW 07, Ardi Gumilang (33) kebingungan untuk menyimpan daging kambing karena kulkas di rumahnya rusak terbakar.
 
"Rencananya mau saya titip ke rumah saudara di RW sebelah, atau nanti malam saya sama teman-teman mau nyate bareng. Soalnya gak mungkin ditunda sampai besok," katanya.
 
Warga di Jalan Swadaya I RW 07 Manggarai memperoleh total 11 hewan kurban sapi dan 23 ekor kambing pemberian berbagai pihak usai insiden kebakaran.
 
Daging tersebut menghasilkan tidak kurang dari 550 bungkus yang didistribusikan kepada korban kebakaran maupun masyarakat sekitar.
 
Warga menyebut, jumlah hewan kurban kali ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah perayaan Idul Adha di kampung mereka.
 
"Biasanya sapi paling banyak dua sampai empat ekor dan kambing kurang dari delapan ekor," kata warga RT 04 RW07, Dedi Suprapto (41).
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019