Untuk bangun daerah terpencil, TNI siap dilibatkan

Untuk bangun daerah terpencil, TNI siap dilibatkan

Komandan Korem 174 Anim Ti Waninggap (ATW) Merauke Brigjen TNI R Agus Abdurrauf menyalami siswa-siswi SD Negeri Mandiri Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Kamis (8/8/2019). (FOTO ANTARA/Evarianus Supar)

Timika (ANTARA) - Komandan Korem 174 Anim Ti Waninggap (ATW) Merauke Brigjen TNI R Agus Abdurrauf mengajak Pemkab Mimika, Provinsi Papua agar dapat melibatkan jajaran TNI setempat dalam membangun masyarakat yang bermukim di kampung-kampung pelosok dan terpencil agar rakyat merasakan kehadiran negara.

"Kalau pemda kesulitan dalam membangun daerah-daerah terpencil TNI siap membantu, tidak saja melalui kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) tetapi juga bisa melalui karya bakti TNI," katanya di Timika, Kamis.

Danrem mengaku baru-baru ini meresmikan 20 unit rumah tipe 36 berkonstruksi semi permanen yang dibangun melalui kegiatan karya bakti TNI bekerja sama dengan Pemkab Mappi di Kampung Ams.

"Saya berangkat ke sana menggunakan perahu motor selama delapan jam. Dari Asiki kemudian masuk ke Keppi. Lalu dari Keppi menuju sasaran menggunakan perahu kelotok selama dua jam lagi. Rumah-rumah masyarakat terbangun dengan bagus, atasannya papan kayu dengan fondasi pakai semen," katanya.

Ia mengatakan keterlibatan TNI membangun rumah masyarakat di Kampung Ams, Kabupaten Mappi itu lantaran pemkab setempat kesulitan mendapatkan kontraktor untuk membangun di kawasan pelosok dan terpencil.

"Pak Bupati Mappi merasa sudah beberapa kali itu dikontrakkan, tapi pengusahanya selalu kabur karena tidak mampu. Di Mimika juga ditemui kendala serupa, sementara masyarakat membutuhkan perumahan layak huni, kita bisa sama-sama survei. Sepanjang masih bisa dilaksanakan oleh TNI, kami siap membantu," katanya.

Ia menegaskan kegiatan TMMD baik reguler maupun imbangan, termasuk kegiatan karya bakti TNI di daerah-daerah terpencil dan pelosok yang sulit terjangkau, semata-mata untuk menumbuhkan rasa nasionalisme warga bahwa mereka juga masih mendapat perhatian dari negara melalui aparatnya.

Di samping itu, katanya, kegiatan pembinaan teritorial tersebut dalam rangka memompa semangat pemerintah daerah untuk lebih serius membangun kawasan-kawasan terpencil agar rakyat yang bermukim di kawasan-kawasan terpencil itu juga ikut menikmati pembangunan dan merasakan perhatian dari negara.

"Masyarakat yang tinggal di pelosok-pelosok itu harus merasakan juga pembangunan, supaya mereka sadar bahwa mereka juga hidup di NKRI," katanya.

Baca juga: TNI Sebar Raider 900 di Tempat-tempat Terpencil

Baca juga: Pola penyaluran logistik ke pos-pos terpencil TNI mungkin dievaluasi


Danrem mengakui tantangan pembangunan di lima kabupaten wilayah Korem 174 ATW yaitu Mimika, Asmat, Mappi, Boven Digoel dan Merauke cukup berat karena medan geografis di wilayah itu, terutama di kawasan pesisir sebagian besar rawa-rawa dan dikelilingi sungai yang lebar-lebar.

"Seperti di Mappi, untuk mengangkut pasir, batu bata, semen dan lain-lain harus menggunakan perahu motor, itu pun bukan perahu lebar tapi perahu kelotok yang hanya bisa mengangkut beberapa orang. Dari ibu kota kabupaten ke lokasi sasaran kegiatan bisa memakan waktu tempuh sampai satu hari," katanya.

Kendati demikian, Danrem meminta pemda setempat harus tetap berupaya maksimal untuk membangun kehidupan rakyat agar bisa menikmati pembangunan yang layak.

Melalui kegiatan TMMD maupun karya bakti TNI, katanya, diharapkan masyarakat yang bermukim di daerah pelosok dan terpencil itu bisa mandiri dan tidak lagi hanya mengandalkan hidup dengan meminta bantuan.

Danrem juga berharap aparatur pemerintah mulai dari kepala kampung (kepala desa), babinsa, bhabinkamtibmas, kepala distrik (camat) hingga bupati juga lebih sering turun mengunjungi masyarakat yang bermukim di kampung-kampung pesisir dan pelosok agar rakyat tidak terpengaruh dengan ideologi lain yang ditawarkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Jangan sampai terjadi rakyat kita dipengaruhi oleh teman-teman yang berbeda haluan hanya karena kepala kampung, babinsa, bhabinkamtibmas, apalagi kepala distrik, apalagi bupatinya tidak pernah melihat rakyat," demikian Agus Abdurrauf.

Baca juga: Sekolah terpencil di Nagan Raya-Aceh mendapat bantuan pengajar dari prajurit TNI

Baca juga: KRI dr Soeharso-990 berlayar misi ke pulau terpencil

Baca juga: Korps Pasukan Khas TNI AU jaga lapangan terbang terpencil Papua
Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019