Medan (ANTARA) - Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kampus Berdampak dinilai bukan hanya menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata untuk membangun kepedulian sosial dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Program KKNT Kampus Berdampak itu bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat, mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, serta menghadirkan solusi melalui inovasi dan kolaborasi," kata Wakil Rektor USU Prof Poppy Anjelita di Medan, Sabtu, terkait 73 mahasiswa USU melaksanakan KKNT Kampus Berdampak di sejumlah daerah di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Ia menegaskan selama melaksanakan KKNT Kampus Berdampak, mahasiswa harus mampu menjadi mitra masyarakat dengan membawa pengetahuan, kreativitas, dan semangat kolaborasi dalam mendukung pengembangan desa.
"Perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata melalui kontribusi dan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.
Kepada mahasiswa yang akan melakukan KKN diingatkan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat serta menjadikan kegiatan pengabdian sebagai kesempatan untuk belajar bersama masyarakat.
"Mahasiswa harus mampu menjaga etika, menghormati nilai-nilai lokal, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjaga nama baik Universitas Sumatera Utara selama menjalankan kegiatan KKN-Tematik," katanya.
Ke-73 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN Tematik Kampus Berdampak tersebut masing-masing berasal dari Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Keperawatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Hukum, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Sementara itu, Ketua Pengelola KKN-Tematik Kampus Berdampak USU, Jonathan Liviera Marpaung menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam pelaksanaan KKN kali ini adalah "Belajar Berkarya dan Berdampak di Desa".
Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pembelajaran di kampus melalui berbagai program yang mendukung pengembangan desa, ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan potensi pariwisata desa.
"Melalui KKN-Tematik ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata, artikel ilmiah, dan publikasi sebagai bentuk kontribusi akademik bagi masyarakat," katanya.
Pewarta: JuraidiEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.