Tapanuli Utara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mencatat sedikitnya 29 rumah warga rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Siatasbarita pada Senin (21/9).

Kepala BPBD Tapanuli Utara Tohom Silaban mengatakan, bencana tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan berdampak pada tiga desa, yakni Desa Sitompul, Pansurnapitu dan Sakkaran.

"Data sementara, sebanyak 29 rumah warga terdampak, dengan tingkat kerusakan ringan, sedang hingga berat. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah yang terbuat dari seng karena tiupan angin serta tertimpa pohon tumbang," ujar Tohom di Tarutung, Selasa.

Ia merinci, sebanyak 16 rumah mengalami kerusakan di Desa Pansurnapitu dan 12 rumah lainnya di Desa Sitompul.

Sementara di Desa Sakkaran, satu rumah milik Mangala P Panggabean mengalami kerusakan sedang setelah tertimpa rimbunan pohon bambu.

BPBD Taput langsung melakukan penanganan terhadap rumah terdampak, termasuk menggunakan mesin pemotong (chainsaw) untuk mengevakuasi pohon bambu yang menimpa rumah warga.

Tohom mengatakan, pihaknya juga telah melaporkan dan mengoordinasikan penanganan dampak bencana tersebut dengan Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara.

"Data ini masih merupakan data awal dan masih dapat berubah apabila ada laporan tambahan dari warga yang terdampak," katanya.

Selain bencana angin kencang, BPBD Taput juga menerima laporan kebakaran rumah di Desa Sidua Bahal, Kecamatan Purbatua, pada Selasa (22/9).

Kebakaran tersebut menimpa rumah milik Linggom Silitonga (57) dan Tamaria Silitonga (64). Peristiwa itu menimbulkan kerugian materi, namun tidak menyebabkan korban jiwa.

BPBD Taput masih melakukan pendataan terhadap dampak dan kerugian akibat kedua peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan warga terdampak.



Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026