Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Indonesia, termasuk Kabupaten Mempawah - Kalimantan Barat.

Mempawah adalah wilayah operasional PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha Inalum dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) yang mengoperasikan smelter grade alumina refinery (SGAR) dan fasilitas pendukung.

"Sejak 24 Agustus 2026, Inalum dan BAI bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, TNI/Polri, unsur pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat melakukan pengendalian dan pemadaman titik api," ucap Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) Maroef Sjamsoeddin dalam rilis di Medan, Ahad (6/9).

Sebab, lanjut dia, sebagian lahan terbakar terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus, di mana api merambat dan bertahan di bawah permukaan, sehingga dibutuhkan pemantauan dan pendinginan berkelanjutan.

Pihaknya langsung pengerahan sebanyak 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari Grup MIND ID untuk memperkuat tim yang telah bekerja di lapangan.

"Kehadiran relawan Grup MIND ID ini bagian dari upaya bersama mempercepat pengendalian titik api dan sekaligus mengurangi risiko kesehatan, serta gangguan aktivitas dihadapi masyarakat," jelas Maroef.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menegaskan, keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, kehadiran tim di lapangan tidak hanya diarahkan pada proses pemadaman, tetapi juga membantu mencegah penyebaran api dan mengurangi potensi dampak lebih luas.

"Bagi Inalum, keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat. Ketika situasi darurat seperti karhutla, kami bergerak membantu penanganannya," tutur Melati.

 



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026