Karo (ANTARA) - Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa memastikan sebanyak 1.279 personel disiagakan untuk mengantisipasi dan menangani kemungkinan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Pangdam I/BB meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Kamis (3/9), untuk melihat perkembangan aktivitas gunung api sekaligus memastikan kesiapan personel dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.
Kegiatan yang berlangsung di Command Center Kodim 0205/TK itu dihadiri Bupati Karo Antonius Ginting, Kajari Karo Edmond Noveri Purba, Kepala PVMBG Sumut Kristianto, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan, Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, Kepala Pos PVMBG Sinabung Armen Putra, serta sejumlah PJU Kodam I/BB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan pihak PVMBG Sumut mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, kemudian dilanjutkan pemaparan Dandim 0205/TK terkait kesiapan penanganan bencana.
Usai pemaparan, Pangdam I/BB memimpin Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Gunung Sinabung. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penanganan erupsi merupakan tugas kemanusiaan yang harus dipersiapkan secara matang.
Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik, sarana, mental, kesehatan, serta penguasaan rute evakuasi oleh seluruh personel. Kecukupan logistik pribadi maupun tim juga harus dipastikan agar tidak menghambat pelaksanaan operasi penyelamatan.
Pangdam meminta personel menjalankan tugas secara ikhlas, tulus, dan ramah dengan mengedepankan pendekatan humanis, terutama dalam memberikan imbauan dan rasa aman kepada masyarakat terdampak.
Setelah apel, Pangdam bersama rombongan mengecek personel dan display materiel yang disiapkan untuk mendukung penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung.
Pengecekan dilakukan guna memastikan seluruh personel, sarana, dan material dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu untuk penanganan maupun evakuasi masyarakat.
Rombongan kemudian bergerak menuju Pos Tinjau PVMBG di Desa Naman Siroga. Di lokasi tersebut, Pangdam kembali menerima penjelasan mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Berdasarkan pemantauan dan penjelasan tim PVMBG, aktivitas Gunung Sinabung pada periode 31 Agustus hingga 3 September 2026 menunjukkan kecenderungan menurun.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh unsur penanggulangan bencana lengah karena potensi terjadinya erupsi dengan dampak lebih besar tetap harus diantisipasi.
“Walaupun aktivitasnya menurun, kita tidak boleh lengah. Kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi erupsi besar lainnya. Walaupun itu tidak kita harapkan, kita harus tetap mengantisipasi apabila hal itu terjadi,” ujar Pangdam.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Kodam I/BB bersama Polri dan unsur pendukung lainnya menyiagakan 1.279 personel.
Pangdam juga menyampaikan bahwa evakuasi telah dilakukan terhadap masyarakat di sejumlah wilayah, salah satunya Kuta Tengah, berdasarkan analisis dan rekomendasi PVMBG.
“Kita berdoa agar hal terburuk tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan harus tetap kita jaga,” pungkasnya.(*)
Pewarta : Ade Friadi
Pewarta: Ade FriadiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.