Madina (ANTARA) - Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) bekerja sama dengan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melaksanakan penanaman jagung Kuartal III 2026 sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Penanaman jagung tersebut dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Berjuang 1 seluas 1,2 hektare di Desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (27/8).
Ketua Kelompok Tani Berjuang 1, Sutan, menyampaikan apresiasi atas dukungan program penanaman jagung yang dilaksanakan di lahan kelompoknya.
"Untuk tahap ini lahan baru sekitar 1,2 hektare dan ke depannya akan terus bertambah luasannya," katanya.
Kepala Desa Maga Lombang Zulkifli Rangkuti mengatakan pemerintah desa terus mendorong dan mendukung berbagai program yang bertujuan mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ia berharap program serupa dapat dikembangkan pada kelompok tani lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
Camat Lembah Sorik Marapi Ahmad Rosyadi mengatakan penanaman jagung tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.
"Kami berharap program ini dapat berkelanjutan sehingga kelompok tani lainnya di kecamatan ini juga dapat merasakan manfaatnya dalam meningkatkan perekonomian desa," katanya.
Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) PT SMGP Ali Sahid, Jumat (28/8) mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui departemen Community Development and Corporate Responsibility (CDCR).
Ia menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari pilar pemberdayaan masyarakat, khususnya bidang ekonomi, melalui kemitraan dan kolaborasi dengan Polres Madina.
"Program ini dalam rangka menciptakan swasembada pangan, dalam hal ini tanaman jagung. Harapannya nantinya dapat memenuhi kebutuhan jagung," katanya.
Menurut Ali, penanaman jagung tersebut merupakan kolaborasi kelima antara PT SMGP dan Polres Madina.
Selain jagung, PT SMGP juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat lainnya, di antaranya penanaman sekitar 19.000 batang kopi yang dalam waktu dekat akan memasuki masa panen.
"Untuk program CDCR ketahanan pangan, kami sudah membentuk 54 kelompok binaan. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy melalui Kabag Ops Kompol Asmon Bufitra mengatakan penanaman jagung tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari langkah mendukung program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
"Program ketahanan pangan merupakan salah satu program Presiden RI. Tanaman jagung merupakan komoditas pangan yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, khususnya PT SMGP yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap program ketahanan pangan di Kabupaten Mandailing Natal.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, terutama PT SMGP yang selalu memberikan dukungan dan bantuan sehingga program ini berjalan lancar," ujarnya.
Pewarta: HolikEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.