Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda khususnya para siswa Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah dalam menghadapi bencana gempa dengan menggelar sosialisasi dan simulasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yunita mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan, serta kemampuan para siswa dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk bencana gempa.

"Simulasi yang dilakukan di sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memahami bilamana terjadi bencana tersebut," ujar dia di Medan, Rabu.

Dalam simulasi tersebut, kata dia, para siswa diajari cara menghadapi bencana gempa secara baik dan benar.

Ia mengatakan para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai kebencanaan, pertolongan pertama gawat darurat dan penggunaan alat pemadan api ringan.

"Hal itu sebagai upaya meningkatkan kemampuan dalam melakukan penanganan awal bila terjadi hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Selain itu, ia menambahkan kegiatan itu dilanjutkan dengan simulasi gempa serta praktik vertical rescue sebagai meningkatkan keterampilan dalam melakukan evakuasi dan penyelamatan pada kondisi yang membutuhkan teknik khusus.

"Melalui kegiatan ini, para siswa dapat lebih memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat maupun terjadi bencana," kata dia.

Ia mengatakan sosialisasi dan simulasi tersebut terus digalakkan pemerintah kota setempat guna meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun budaya tanggal darurat masyarakat.

"Ini menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Medan dalam membangun budaya kesiapsiagaan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana," ujarnya.

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026