Tapanuli Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong penerapan transaksi non-tunai dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah sebagai upaya memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan mendukung percepatan pembangunan daerah.

Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, saat memberikan arahan pada evaluasi kinerja pendapatan daerah, menegaskan bahwa peningkatan PAD, kedisiplinan administrasi, dan penerapan transaksi non-tunai menjadi tiga fokus utama yang harus dijalankan seluruh perangkat daerah.

"Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal, optimalisasi PAD adalah kunci utama pembangunan kita. Saya mengapresiasi setiap langkah inovatif yang dilakukan perangkat daerah untuk meningkatkan pendapatan demi kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara," kata Jonius, Sabtu (1/8)

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Taput, Kijo Sinaga, melaporkan realisasi pendapatan daerah hingga Juni 2026 mencapai Rp714,14 miliar atau 49,11 persen dari target APBD sebesar Rp1,45 triliun.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan berbagai program pembangunan hingga akhir tahun anggaran.

Pada kesempatan itu, Bapenda juga menyerahkan rapor evaluasi kinerja pendapatan kepada 13 perangkat daerah dan 15 kecamatan sebagai bentuk evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kinerja penerimaan daerah.

Memasuki tahapan Perubahan APBD, Bupati meminta seluruh organisasi perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program belanja yang bersifat produktif agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan juga memperkenalkan aplikasi Taramoti (Tapanuli Utara Monitoring) yang dikembangkan untuk memantau perkembangan pembangunan, realisasi anggaran, serta capaian 10 program unggulan pemerintah daerah secara waktu nyata (real-time).

Menurutnya, aplikasi tersebut dikembangkan oleh tim internal pemerintah daerah tanpa menggunakan anggaran APBD sehingga menjadi contoh inovasi digital yang efisien.

"Aplikasi Taramoti adalah bentuk komitmen kita dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk tata kelola pemerintahan yang responsif dan efisien. Aplikasi ini dikembangkan secara mandiri tanpa biaya APBD dan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh instansi untuk terus berinovasi," ujar Deni.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara optimistis penguatan digitalisasi sistem pemerintahan, evaluasi kinerja secara berkala, serta optimalisasi pendapatan daerah akan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah.



Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026