Medan (ANTARA) - Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumut Irham Buana Nasution menyatakan, jangan salahkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution atas dinamika internal paripurna DPRD Sumut.

Persoalan syarat kuorum rapat paripurna, lanjut dia, merupakan dinamika internal DPRD Sumut yang tidak tepat dibebankan kepada Gubernur Sumatera Utara, apalagi muncul narasi negatif menyudutkan Gubernur Sumut.

"Tidak etis, tidak pantas dan sangat berlebihan bila menyudutkan Gubernur Sumut dengan narasi arogan. Harusnya salah satu pimpinan DPRD Sumut itu, koreksi ke dalam karena persoalan ini muncul adanya dinamika internal DPRD Sumut," tegas Irham di Medan, Senin (27/7).

Pihaknya menyebutkan, pernyataan Ricky Anthony yang menyudutkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, seperti mendulang air terpercik muka sendiri.

"Ya kalau begini kan, seperti mendulang air terpercik muka sendiri," tuturnya.

Anggota DPRD Sumut daerah pemilihan Sumut 1 ini menyatakan, kehadiran anggota DPRD Sumut telah memenuhi syarat kuorum untuk menggelar rapat paripurna DPRD Sumut bersama Gubernur Sumut soal Ranperda tentang Pertanggungjawaban APBD 2025 di Gedung DPRD Sumut, Selasa (21/7).

Dalam aturan tata tertib rapat pengambilan keputusan, jelas dia, kehadiran anggota DPRD Sumut bisa secara fisik dan atau tanda tangan kehadiran.

Rapat paripurna DPRD Sumut tersebut telah dibuka oleh pimpinan DPRD Sumut dengan mendapatkan persetujuan dari seluruh fraksi.

Apabila ada anggota DPRD Sumut interupsi mempersoalkan kuorum, Irham menilai, maka menjadi dinamika internal DPRD Sumut sendiri karena interupsi tersebut tidak lagi menyentuh substansi.

"Jika di tengah rapat ada yang mempersoalkan kuorum, maka harus dilihat dari awal memang sudah kuorum. Nah, di sini lah harusnya peran pimpinan DPRD Sumut mengendalikan rapat. Bukan justeru belakangan salah satu pimpinan DPRD Sumut membuat narasi menyudutkan Gubernur," tuturnya.

Irham juga menggarisbawahi, persoalan syarat kuorum paripurna tidak bisa dilempar kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam hal ini diminta hadir untuk rapat bersama DPRD Sumut.

"Ke depan kita berharap polemik ini, tidak diperpanjang. Kita jangan mencari kesalahan orang. Mari kita koreksi ke dalam," papar dia.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026