Medan (ANTARA) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan menargetkan pendapatan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp203 miliar tahun ini.
"Kami menargetkan tahun 2026 ini pendapatan bisa mencapai Rp203 miliar," ujar Wakil Direktur Keuangan RSU Haji Medan Fakhrial Mirwan Hasibuan dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (15/7).
Pendapatan RSU Haji Medan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) ini, lanjut dia, terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik.
Ia mengaku pertumbuhan pendapatan yang signifikan terus terjadi dalam empat tahun terakhir sejak menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Data pendapatan keuangan BLUD di RSU Haji Medan menunjukkan pendapatan sebesar Rp74 miliar pada 2022, naik menjadi Rp93 miliar pada 2023, meningkat mencapai Rp132 miliar pada 2024, dan meningkat lagi menjadi Rp176 miliar pada 2025.
"Hingga bulan Juni 2026, RSU Haji Medan telah membukukan pendapatan sebesar Rp114 miliar atau sekitar 56 persen dari target pendapatan tahun ini," kata Fakhrial menjelaskan.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan APBD Sumut yang difokuskan pada belanja investasi, seperti renovasi gedung, dan pengembangan sarana rumah sakit.
"Investasi tersebut dinilai mampu mendorong terciptanya sumber-sumber pendapatan baru," kata Fakhrial.
Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman Nasution mengatakan, bahwa penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD telah membawa perubahan besar struktur pembiayaan rumah sakit.
Ia mengatakan, ketergantungan APBD Sumut membiayai operasional rumah sakit kini berkurang signifikan, sehingga anggaran Pemprov Sumut bisa lebih difokuskan pada pengembangan fasilitas dan investasi.
"Dengan fleksibilitasnya, APBD murni untuk RSU Haji Medan itu jauh berubah. Yang semula harus dibiayai semuanya, sekarang paling sekitar 20 persen saja," katanya.
Padahal dahulu, dia melanjutkan, sekitar 60 sampai 70 persen APBD Sumut digunakan untuk mengoperasikan RSU Haji Medan ini.
"Sekarang 20 persen, itu pun dialokasikan untuk belanja investasi," ujar Ridesman.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.