Medan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi (KPwBI) Sumatera Utara mengatakan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) di wilayah itu guna memperluas akses pasar dari tingkat nasional hingga internasional.
"KKSU 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM Sumut agar semakin tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu perluas akses pasar tingkat nasional dan internasional," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Ameriza M Moesa di Medan, Selasa.
Ameriza mengatakan pengembangan terhadap UMKM merupakan salah satu prioritas Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan dan berkualitas.
Lebih lanjut, ia mengatakan KKSU bukan sekedar pameran produk yang diikuti sekitar 300 UMKM, melainkan sebagai platform kolaborasi yang memperkuat pelaku usaha, dunia usaha, investor, akademisi, komunitas hingga buyer dalam satu ekosistem yang menguatkan.
"Melalui KKSU, kami mendorong semakin banyak UMKM Sumut yang mampu naik kelas, memperluas pasar dan menjadi bagian dari rantai nilai global," katanya.
Kegiatan itu diselenggarakan pada 15-26 Juli 2026 di salah satu mal di Medan. Selama 12 hari itu, kegiatannya di antaranya ,pameran produk unggulan, bussiness matching, showcase, produk ekspor, talkshow, edukasi promosi UMKM.
"Melalui penyelenggaraan KKSU 2026, kami berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, lembaga keuangan, investor, dan masyarakat dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh dan berkelanjutan," ujar dia.
Serta, mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
Sekaligus pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas jejaring bisnis, menembus pasar ekspor, dan mengangkat produk lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.