Tanjung Balai (ANTARA) - Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Tanjungbalai Asahan (PPMHKP TBA) mendorong para pelaku usaha bidang perikanan tangkap, pengolahan dan budidaya untuk mensertifikasi mutu hasil perikanan.

Hal itu terungkap dalam kegiatan forum konsultasi publik standar pelayanan sertifikasi jaminan mutu hasil kelautan dan perikanan, yang dilaksanakan Stasiun PPMHKP Tanjungbalai Asahan, bertempat di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Rabu.

Kegiatan dihadiri Kepala Stasiun PPMHKP Tanjungbalai Asahan, Aan Fibro Widodo, Sekdakot Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung, unsur Fokopimda, KPKN, Bank Indonsia, BRI, BNI, serta puluhan pelaku usaha perikanan di wilayah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan.

Kepala Stasiun PPMHKP Tanjungbalai Asahan, Aan Fibro Widodo mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan biaya pengurusan sertifikat mutu hasil perikanan tanpa pungutan biaya,  sebagai upaya untuk memperkuat kualitas jaminan mutu hasil perikanan bagi pasar domestik maupun ekspor.

Aan menyatakan, dua bulan menjabat sebagai Kepala Stasiun PPMHKP, ia melihat banyak potensi usaha bidang perikanan baik pengolahan hasil kelautan maupun budidaya, sehingga perlu untuk difasilitasi dalam hal peningkatan mutu melalui sertifikasi.

Bagi para pelaku usaha kami sampaikan bahwa untuk mengurus sertifikasi mutu perikanan tidak dipungut biaya apapun. Dari pengajuan/pendaftaran, proses audit atau inspeksi oleh para Inspektur Mutu sampai mendapatkan sertifikat mutu semuanya gratis.

"KKP melalui Badan Mutu memiliki layanan 9 sertifikasi mutu perikanan yang semuanya dapat diakses pelaku usaha perikanan sesuai kebutuhan dengan biaya nol rupiah alias gratis. Ini sebagai salah satu komitmen Pemerintah untuk mendukung iklim usaha yang sehat serta memudahkan masyarakat dalam mengembangkan sektor perikanan dari hulu sampai ke hilir," kata Aan Fibro Widodo.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada pelaku usaha perikanan kelautan dan budidaya melalui seminar, pelatihan dan kegiatan lainnya untuk menyukseskan Program Kerja Prioritas Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam sambutannya, Sekdakot Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung mengapresiasi kegiatan yang digelar Stasiun PPMHKP Tanjungbalai Asahan sebagai wujud sinergi dalam mengatasi berbagai kendala untuk kemajuan ekspor hasil laut.

Dikatakan Nurmalini, di potensi ekspor hasi laut oleh pelaku usaha yang ada di wilayah Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan, tidak hanya mampu mengekspor ke kawasan Asia, akan tetapi hingga Eropa.

Dengan demikian, Pemkot Tanjungbalai berharap konsultasi publik pelayanan sertifikasi jaminan mutu hasil kelautan dan perikanan membuahkan hasil yang membawa kemajuan terhadap jaminan mutu hasil kelautan dan perikanan lainnya.

Pelayanan dan proses administrasi dalam sertifikasi yang mudah tanpa birokrasi tidak berbelit-belit yang disediakan pemerintah hendaknya dimanfaatkan para pelaku usaha.

"Ini (layanan sertifikasi) peningkatan mutu hasil kelautanan dan perikanan adalah ikhtiar pemerintah dalam mempersingkat  birokrasi melalui digitalisasi untuk memudahkan dan memangkas waktu. Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya," kata Nurmalini Marpaung.



Pewarta: Yan Aswika
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026