Madina (ANTARA) - Progres pembangunan Jembatan Aek Batahan di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang menghubungkan akses menuju Pelabuhan Palimbungan telah mencapai 57 persen.

Capaian tersebut diketahui saat Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan pada Selasa (14/7).

Saipullah mengatakan pembangunan jembatan sepanjang 120 meter itu tidak hanya untuk mendukung konektivitas menuju pelabuhan, tetapi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan Pantai Barat Madina sebagai kota satelit.

“Wilayah ini memiliki pelabuhan yang strategis sehingga perlu didukung infrastruktur yang memadai guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas daerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pihak kontraktor agar melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan serta memastikan proyek selesai sesuai target.

“Kami minta kontraktor mempekerjakan masyarakat setempat. Selain mempercepat pekerjaan, hal ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar,” katanya.

Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut.

“Jalan dan jembatan ini sangat penting untuk menghubungkan kawasan pelabuhan dengan wilayah lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Konsultan PT Bahana Krida Nusantara (BKN), Rahman Bangun, menjelaskan progres pembangunan jembatan yang bersumber dari APBN itu telah mencapai 57 persen, dengan panjang bentang 120 meter dan kedalaman tiang mencapai 42 meter.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal optimistis, setelah rampung, jembatan tersebut akan memperlancar konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan distribusi barang, khususnya dari Madina menuju wilayah Sumatera Barat melalui jalur Pantai Barat.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026