Medan (ANTARA) - Komisi VII DPR RI mengajak tiga kementerian, yang merupakan mitra kerja strategis komisi tersebut mengunjungi Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) guna memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
"Kami melihat adanya peluang besar untuk PRSU ini untuk diperkuat melalui sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty pada kunjungan kerja spesifik ke PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara di Medan, Sumut, Kamis.
Evita menginginkan PRSU, yang merupakan ajang tahunan Sumatera Utara dapat disinergikan dengan pemangku kebijakan terkait di tingkat pusat.
Evita, yang merupakan ketua delegasi kunjung kerja spesifik tersebut, membawa Kementerian Usaha, Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM), Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Pariwisata.
Dalam sektor pariwisata, Evita meminta PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata agar PRSU menjadi agenda Karisma Event Nusantara (KEN).
Menurut dia, ajang tersebut dapat menjadi etalase besar bagi destinasi wisata Sumatera Utara.
"Kami mendorong PRSU ini masuk dalam kalender event tahunan kementerian," kata dia.
Selain itu, kata di, pengelola PRSU dapat bersinergi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan berbagai program seperti panggung kesenian, musik dan yang lainnya.
Lalu, ia menambahkan Kementerian UMKM dapat berkoordinasi terkait pengembangan pasar bagi produk lokal.
"Kami mengajak mitra-mitra kerja ini supaya grand desain dari PRSU ke depan bisa dibuat. Kita menginginkan PRSU ini sejajar dengan event-event nasional lainnya," jelas dia.
Sebagai mitra strategis, Evita mengatakan komisinya juga bakal membahas serta berkoordinasi dengan tiga kementerian itu untuk menindaklanjuti kunjungan kerja spesifik.
"Kami juga membawa TVRI, RRI dan LKBN Antara untuk berpartisipasi dan memperluas eksposur PRSU ini," ujarnya.
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.