Karo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karo memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 sebagai etalase untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari komoditas pertanian, produk herbal, kerajinan, hingga destinasi wisata kepada masyarakat luas.

PRSU ke-50 dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya BSc. Pada kesempatan itu, Bupati Karo Antonius Ginting hadir bersama Wakil Bupati Komando Tarigan dan Sekretaris Daerah Gelora Putra Ginting meninjau Paviliun Kabupaten Karo yang mengusung nuansa khas dengan sapaan "Mejuah-juah" sebagai simbol keramahan masyarakat Karo.

"Dari paviliun ini masyarakat dapat melihat berbagai produk unggulan Kabupaten Karo yang kami tampilkan secara khusus," kata Antonius, Jumat malam (3/7/2026).

Menurut Antonius, keikutsertaan Kabupaten Karo dalam PRSU merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai wilayah.

"Kami hadir untuk menunjukkan apa yang dimiliki Kabupaten Karo, mulai dari hasil pertanian berkualitas tinggi, tanaman obat dan ramuan tradisional yang diwariskan turun-temurun, hingga kerajinan tangan dan tenun bermotif khas Karo yang memiliki nilai budaya tinggi. Semua ini merupakan hasil kerja keras dan kreativitas masyarakat," ujarnya.

Beragam produk unggulan ditampilkan di dalam paviliun tersebut. Komoditas hortikultura khas dataran tinggi Karo seperti jeruk manis, buah naga, kentang, tomat, cabai, terong, kembang kol, serta aneka sayuran hijau menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Selain itu, Kabupaten Karo juga memamerkan berbagai produk herbal berbahan tanaman obat, minyak atsiri, ramuan kesehatan tradisional, hingga produk herbal yang telah dikemas secara modern. Tak ketinggalan, kopi Arabika Karo, aneka olahan buah dan sayur, makanan kemasan, camilan khas daerah, serta kerajinan dan tenun bermotif budaya Karo turut melengkapi ragam produk yang dipamerkan.

Antonius menegaskan, kehadiran Kabupaten Karo di PRSU bukan sekadar mengikuti pameran, melainkan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui promosi produk lokal, perluasan jejaring usaha, serta penguatan sektor pariwisata.

"Kami berharap paviliun ini menjadi jembatan agar produk-produk lokal Karo semakin dikenal luas, membuka peluang pasar yang lebih besar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Di sektor pariwisata, Paviliun Kabupaten Karo juga menampilkan pesona alam dan budaya yang menjadi daya tarik daerah tersebut. Informasi mengenai kawasan yang merupakan bagian dari Geopark Kaldera Toba UNESCO, panorama pegunungan, air terjun, serta kekayaan budaya lokal disajikan untuk menarik minat wisatawan.

"Pariwisata merupakan salah satu pilar pembangunan Kabupaten Karo. Kami ingin pengunjung tidak hanya mengenal produk unggulan kami, tetapi juga terdorong untuk datang menikmati langsung keindahan alam, udara sejuk, dan kekayaan budaya Karo," ujar Antonius.

Melalui penyelenggaraan PRSU ke-50, Pemerintah Kabupaten Karo berharap terjalin kemitraan yang lebih luas dengan dunia usaha, terbuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM dan petani, serta semakin memperkuat promosi potensi daerah di tingkat regional maupun nasional. 



Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026