Medan (ANTARA) - PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menyatakan arus peti kemas di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, mencapai 59.918 twenty-foot equivalent units (TEUs) pada Mei 2026.
"Jumlah 59.918 TEUs tersebut meningkat 10,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 54.240 TEUs," ujar Corporate Secretary PT BNCT Rizki Affandi Nasution di Medan, Rabu.
Ia mengatakan capaian tersebut juga melampaui target bulanan perusahaan sebesar 55.850 TEUs, yang mencerminkan tetap terjaga aktivitas perdagangan dan distribusi barang di wilayah Sumatera.
Menurut dia, peningkatan volume pada Mei didorong oleh menguat arus ekspor dan impor serta meningkatnya pergerakan barang dari berbagai sektor usaha.
"Stabilnya aktivitas perdagangan turut mendorong permintaan terhadap layanan terminal peti kemas, sehingga arus logistik melalui Pelabuhan Belawan tetap menunjukkan tren positif," ujarnya.
BNCT terus melakukan berbagai upaya perbaikan secara bertahap, baik pada aspek operasional maupun koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, guna mengoptimalkan layanan kepada pengguna jasa.
Selain itu, perusahaan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap proses operasional untuk meningkatkan keandalan layanan dan menjaga kelancaran arus barang.
Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan perusahaan pelayaran, pengguna jasa, serta instansi terkait guna mendukung kelancaran proses bongkar muat dan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien.
Rizki menambahkan, ke depan BNCT akan terus berfokus pada peningkatan kualitas layanan melalui perbaikan berkelanjutan, penguatan kolaborasi dengan seluruh mitra usaha, serta peningkatan keandalan operasional secara bertahap.
"Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kelancaran arus logistik serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan," katanya.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.