Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menemui Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Dr. Suyudi Aria Seto di Gedung BNN, Jakarta, Selasa (30/6), guna membahas tindak lanjut Program Grand Design Alternative Development (GDAD).

Saipullah mengatakan program tersebut menargetkan Kabupaten Madina bebas dari narkotika dalam kurun waktu lima tahun melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komoditas alternatif.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Madina juga membahas rencana koordinasi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait permohonan izin pinjam pakai lahan di kawasan yang selama ini rawan penanaman ganja.

“Pemkab Madina meminta dukungan BNN dalam pemusnahan ladang ganja serta pembangunan akses jalan baru yang menghubungkan Madina dan Padang Lawas melalui Panyabungan Timur,” kata Saipullah.

Ia menambahkan, upaya tersebut juga diintegrasikan dengan optimalisasi program perhutanan sosial sebagai solusi berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan rawan.

Sebagai bagian dari program alternatif, Pemkab Madina menyiapkan sejumlah komoditas pengganti, antara lain kopi, tembakau, dan pisang abaka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Pemkab Madina telah menerima kunjungan Direktur Alternative Development Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Brigjen Pol Drs. Edy Suasono guna memperkuat implementasi program ketahanan dan resiliensi desa berbasis GDAD dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026