Medan (ANTARA) - Antropolog Universitas Negeri Medan (Unimed) Zanrison Naibaho MSi menyebutkan, gaya Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membangun jalan provinsi di kawasan Sipiongot, Padang Lawas Utara mirip Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Nduga, Papua Pegunungan.
Apalagi, lanjut dia, belum pernah ada kepala daerah sebelumnya yang berani, dan membangun jalan di daerah yang dahulunya menjadi bahan anekdot bagi masyarakat Sumut.
"Selama ini Sipiongot merupakan daerah ikonik bagi rakyat Sumatera Utara," kata Zanrison di Medan, Sumatera Utara, Senin (29/6).
Ikonik, jelas dia, karena kawasan Sipiongot lebih sering dipahami sebagai daerah tertinggal ketimbang ikon yang bermakna positif dan berprestasi.
"Dari kaca mata antropologi pembangunan, Sipiongot ikonik karena dinilai mewakili ruang identitas emosional dan wilayah pedalaman terisolir. Bahkan sering disebutkan jadi bahan sindiran, karena ketiadaan pembangunan di sana," terang Zanrison.
Ikoniknya Sipiongot ini, sambung dia, timbul karena keprihatinan selama hampir 80 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan.
Dari situ, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, khususnya Bobby telah menganalisis prioritas mana wilayah yang lebih membutuhkan sentuhan pembangunan.
"Ibarat orang haus, dan yang tidak haus. Tentu yang haus akan lebih dulu kita kasih air minum ketimbang yang sudah kenyang, dan ini pula yang menjawab mengapa Bobby mau menyentuh dan membangun jalan di Sipiongot," tutur dia.
Menurutnya, Gubernur Bobby Nasution ingin menghadirkan keadilan pembangunan di Sipiongot. "Bukan hanya membangun daerah kelas atas tapi juga kelas bawah," ungkap Zanrison.
Meskipun jumlah penduduk di Sipiongot jauh lebih kecil dibanding daerah lainnya di Sumatera Utara, Zanrizon juga mengatakan, Bobby sedang tidak mengejar jumlah suara dalam membangun proyek infrastruktur jalan.
"Kalau dibanding Langkat tentunya jumlah di sana (Sipiongot, red) kalah banyak. Namun dalam antropologi pembangunan, justeru ini menjadi magnet bagi banyak orang," urainya.
Zanrison pun menilai ada kemiripan gaya pembangunan yang dilakukan Bobby dengan Presiden ke-7 Joko Widodo.
"Kita jadi teringat dengan Pak Jokowi yang membangun Nduga di Pegunungan Papua," tuturnya.
Di sisi lain, adanya anekdot miring terhadap Sipiongot perlahan memudar seiring gencarnya pembangunan di sana. Salah satu syarat utamanya, yakni pembangunan infrastruktur jalan tersebut harus terkoneksi dengan sektor lainnya.
"Harus terkoneksi dengan sektor kesehatan dan pendidikan. Karena membangun infrastruktur harus pulang disertai dengan pembangunan sumber daya manusianya," tukas Zanrison.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.