Medan (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkuat literasi keuangan bagi pelajar dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Simalungun guna mengelola keuangan secara sehat, aman dan bertanggung jawab.

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara Yovvi Sukandar mengatakan pengelolaan keuangan menjadi hal penting di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi sektor jasa keuangan yang semakin pesat.

"Peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Yovvi di Medan, Kamis (25/6). 

Ia mengatakan melalui kegiatan tersebut, pelajar diharapkan dapat menumbuhkan budaya menabung, meningkatkan kecerdasan finansial, serta membangun karakter yang bijak dalam mengelola keuangan sejak dini.

Selain itu, ASN diharapkan semakin memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan serta mampu menjadi agen edukasi di lingkungan kerja maupun keluarga.

"Materi yang disampaikan yakni pelindungan konsumen sektor jasa keuangan, pengelolaan keuangan yang sehat, budaya menabung sejak dini, pengenalan pasar modal, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal," katanya.

OJK Sumut lewat kegiatan itu juga mengajak peserta untuk senantiasa menerapkan prinsip 2L, yakni legal dan logis, dengan memastikan legalitas lembaga atau produk keuangan melalui kanal resmi OJK, tidak mudah tergiur imbal hasil tinggi dalam waktu singkat, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan data keuangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora mengatakan kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Kabupaten Simalungun.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggara kegiatan tersebut," ujar dia.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026