Sergai (ANTARA) - Bentrok puluhan warga dengan karyawan PT Bridgestone di Dusun VII, Desa Tinokkah, Kecamatan Sipispis, Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (25/6/2026) sangat mencekam. Puluhan kendaraan hangus terbakar.
Warga mengatasnamakan Kerajaan Nagur Bolak, keos saat melakukan aksi pengembalian lahan seluas 7000 ha. Puluhan warga murka hingga terjadi kericuhan yang tidak terkendali hingga berujung aksi anarkis dengan membakar 27 unit sepeda motor dan 1 truk Fuso dan beberapa warga dilaporkan luka tembak.
Kepala Desa Tinokkah Rio Damanik kepada ANTARA Jumat (26/6/2026) mengatakan konflik sengketa lahan tersebut sudah cukup berlangsung lama, namun aksi yang terakhir Keos hingga berujung anarkis, membakar 27 unit sepeda motor dan 1 truk Fuso, beberapa warga juga terluka dan dibawa kerumah sakit.
Dikatakan Rio Damanik konflik ini sudah ada sejak tahun 1998 dimana lahan tersebut HGU dipegang oleh Goodyear. Sepengatahuan Kades setelah peralihan ke PT Bridgestone habislah HGU pada tahun 2022 atau 2023.
Saat itu terjadi aksi penggarapan atas nama Sorbajahe Nagatongah Sihora hora (SNS) seluas 400 Ha hingga sampai saat ini tidak ada penyelesaian dan lahan itu sudah ada tanaman dan rumah permanen.
Setelah aksi SNS, ada lagi mengatasnamakan Tanah Ulayat mengklaim bahwa lahan seluas 200 Ha merupakan milik Ulayah dan lahan itu juga masih diladangi.
" Bentrok yang terakhir ini adalah Kerajaan Nagur Bolak mengklaim lunas wilayah 7000 Ha, hingga aksinya keos berujung anarkis" Ujar Kades.
Dikatakan Kades, warga yang bentrok bukan sepenuhnya dari Desa Tinokkah, tapi Raja Nagur Bolak berada di Desa Tinokkah sebagian yang aksi merupakan warga dari luar desanya. Begitu juga lahan yang akan digarap berada di desa Nagur Pane dan Parlambean.
Aksi warga mengatasnamakan Kerajaan Nagur Bolak juga mendapat pengalaman dari pihak Kepolisian Polres Tebing Tinggi. Terkait kerusuhan itu belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Tebing Tinggi.
Pewarta: DarmawanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.