Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina), Sumatera Utara, meluncurkan portal SADATA MADINA sebagai upaya memperkuat statistik sektoral sekaligus menjadi wadah pengelolaan dan publikasi data daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Madina, Muhammad Syail Lubis, mengatakan peluncuran portal tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia di tingkat daerah.

“Di tingkat daerah, Kabupaten Mandailing Natal telah menindaklanjuti melalui Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2023 tentang Satu Data serta pembentukan Tim Forum Satu Data Daerah,” ujar Syail saat membuka Sosialisasi Portal SADATA Madina di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Komplek Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (25/6).

Ia menegaskan, portal SADATA bukan sekadar aplikasi, melainkan sarana kolaborasi antara pembina data, wali data, dan seluruh produsen data di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, pengelolaan data tidak boleh lagi dianggap sebagai pekerjaan tambahan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), karena data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pembangunan yang lebih efektif.

Melalui sosialisasi tersebut, peserta diharapkan memahami kebijakan dan tata kelola Satu Data Indonesia, peran masing-masing dalam statistik sektoral, serta mampu melakukan penginputan, pengelolaan, dan pemutakhiran data pada portal SADATA.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah serta membangun komitmen bersama dalam menyediakan data yang valid, terintegrasi, dan berkualitas sebagai dasar pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Madina, Dedi Kintoro, menyatakan pihaknya siap mendampingi para produsen data dalam proses pengolahan dan pemutakhiran data.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Madina Dedi Kintoro memastikan pihaknya berkomitmen mendampingi peserta dalam pengolahan data. Dia juga mengatakan kantor BPS terbuka bagi para produsen data untuk berkoordinasi maupun menanyakan berbagai hal yang berkaitan dengan data.

“BPS terbuka bagi seluruh produsen data untuk berkoordinasi dan berkonsultasi terkait pengelolaan data,” katanya.

Dedi menambahkan, portal SADATA Madina merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya milik Diskominfo.

“Ini rumah kita bersama. Diskominfo sebagai wali data, Bapperida sebagai koordinator dan sekretariat, serta BPS sebagai pembina data statistik,” ujarnya.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026