Medan (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) membuka kesempatan bagi para ahli dan pemerhati kemaritiman untuk menulis makalah, sekaligus mendaftarkan diri sebagai peserta konferensi internasional tentang Selat Malaka.

"Makalah tersebut mengacu pada tema mengenai masa depan Selat Malaka, yakni regulasi global IMO, ekonomi biru, keberadaan masyarakat adat laut dan pesisir, serta keberlanjutan kawasan di masa depan," ujar Ketua Harian PB ISMI Ilmi Abdullah di Medan, Sumatera Utara, Rabu.

Ilmi menjelaskan tema yang diangkat antara lain regulasi global IMO (IMO Global Regulations) yang membahas bagaimana menavigasi standar global untuk mewujudkan masa depan Selat Malaka yang berkelanjutan.

Kemudian terkait ekonomi biru yang mencakup inovasi, ketahanan, dan pembangunan kelautan berkelanjutan, serta membahas masyarakat adat laut dan pesisir.

Ia mengatakan pengajuan makalah dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni hingga 1 September 2026, sedangkan surat penerimaan atau Letter of Acceptance (LoA) diterbitkan mulai 1 Juli hingga 20 September 2026.

Konferensi gabungan dijadwalkan berlangsung pada 22-24 September 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Ilmi mengatakan peserta konferensi yang telah mendaftar dari Turki dan Malaysia.

"Diharapkan peserta lainnya dari empat negara juga segera mendaftar, yakni Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Australia," katanya.

Untuk peserta domestik, PB ISMI berharap pendaftar berasal dari Provinsi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bengkulu, serta daerah lainnya selain Sumatera Utara.

"Kami sengaja menyelenggarakan konferensi tersebut pada 23-24 September karena tanggal tersebut juga bertepatan dengan Hari Maritim Nasional," ujarnya.

Ia mengatakan konferensi itu diharapkan dapat melahirkan berbagai gagasan untuk menyelamatkan Selat Malaka beserta masyarakatnya pada masa mendatang, mencakup berbagai aspek yang mengacu pada tema utama konferensi.

Hasil konferensi tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada IMO maupun Pemerintah Indonesia.

"Ini merupakan upaya ISMI untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi penataan kawasan Selat Malaka yang baik dan berkelanjutan dari berbagai aspek," ujarnya.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026